pontianak-insights

Bukan Lumpur, Sungai Air Hitam di Kalimantan Justru Air Murni

Selasa, 13 Januari 2026 | 13:12 WIB
Menyoroti penjelasan seorang tour guide di Kalimantan tentang sungai air hitam yang kini dinilai mulai tercemar oleh limbah tambang emas. (Dok. Instagram.com/@orangudeny)

PONTIANAKGLOBE.COM, Pernyataan seorang pemandu wisata di Kalimantan mendadak viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Sosok tersebut adalah Deny Priyatna, tour guide yang membagikan pengalamannya saat mendampingi wisatawan menyusuri hutan tropis Kalimantan.

Melalui unggahan Instagram pribadinya @orangudeny pada Senin (12/1/2026), Deny menceritakan momen ketika seorang turis mempertanyakan warna sungai yang tampak hitam pekat.

“Mengapa sungainya berwarna hitam?” tanya salah satu turis kepadanya.

Baca Juga: Ramai Warga Timbun Air Sinkhole, BBPOM Ingatkan Risiko Kesehatan

Pertanyaan itu kemudian dijawab Deny melalui video terpisah dengan penjelasan yang sederhana namun sarat makna.

“Bayangkan kamu berada di perahu di hutan Kalimantan. Tiba-tiba perahu melambat dan memperlihatkan sungai segelap kopi atau coca-cola” ujar Deny.

Alih-alih kotor, Deny menegaskan sungai air hitam justru merupakan salah satu air paling murni di dunia. Sungai tersebut mengalir di tengah hutan hijau yang masih alami.

“Kamu mungkin berpikir itu kotor, tapi sebenarnya itu air paling murni di bumi,” ucapnya.

Menurut Deny, warna hitam itu berasal dari proses alami hutan. Jutaan daun yang gugur setiap hari membusuk di hutan rawa, lalu air hujan yang mengalir melewati dedaunan tersebut menyerap zat alami dari tumbuhan.

“Daun-daun itu mengandung tanin atau asam humat, dan zat inilah yang memberi warna gelap pada air,” jelasnya.

Untuk mempermudah pemahaman, Deny menggunakan analogi sederhana. Ia menyamakan proses tersebut dengan menyeduh teh.

“Ini mirip seperti membuat teh, airnya bukan berlumpur, justru sangat jernih. Air itu menyerap cahaya matahari, bukan memantulkannya,” sambungnya.

Deny mengungkapkan, secara alami air sungai hitam seharusnya tampak pekat dan berwarna gelap. Namun kini, di beberapa lokasi, warnanya justru berubah menjadi cokelat.

Deny mengaku pernah memasukkan air sungai hitam ke dalam botol bening. Hasilnya, air tersebut tampak seperti teh atau minuman cola.

“Ketika disinari matahari, warnanya berubah menjadi kuning keemasan. Indah sekali,” tuturnya.

Halaman:

Tags

Terkini