pontianak-insights

BNPB: Desa Sikundo Aceh Barat Masih Sulit Dijangkau

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:27 WIB
Perjuangan warga di Aceh Barat karena akses jalan yang terputus. (Dok. TikTok/emaa.0702)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH BARAT -- Akses jalan darat di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 hingga kini masih terputus.

Kondisi tersebut membuat beberapa daerah masih mengalami kesulitan akses, bahkan terisolasi dari wilayah lain. Salah satunya adalah Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.

Warga Desa Sikundo harus menghadapi jalur ekstrem dan berbahaya demi bisa beraktivitas serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: King Abdi Ungkap Kondisi Aceh Tamiang: Belum Baik-baik Saja

Lewat Sungai Deras dan Tebing Curam
Perjuangan warga Desa Sikundo terekam dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @emaa.0702 pada Jumat (9/1/2026). 

Dalam video tersebut, terlihat warga terpaksa berjalan menyusuri tepian sungai dengan arus yang cukup deras. Mereka turun langsung ke aliran sungai dan berpegangan pada tali yang dipasang di pinggir sungai agar bisa menyeberang.

Tak hanya itu, perjalanan dilanjutkan dengan menapaki tebing yang curam dan licin akibat kondisi tanah yang masih basah pascabanjir.

Lebih dari satu bulan setelah banjir bandang melanda Aceh Barat, Desa Sikundo masih terisolasi lantaran akses jalan utama belum dapat dilalui kendaraan.

Situasi ini menyebabkan warga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, sementara distribusi logistik juga belum berjalan optimal.

Akibat keterbatasan akses darat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hanya dapat menyalurkan bantuan bagi warga Desa Sikundo melalui jalur udara.

Selain itu, BNPB telah meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk melakukan pendataan terhadap warga terdampak, khususnya mereka yang mengalami kerusakan rumah berat akibat banjir dan longsor.

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat
Terkait penanganan pascabencana, Gubernur Aceh Muzakir Manaf memutuskan memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari ke depan.

Baca Juga: Pandji: Saya Paling Banyak Kritik Anies, Tapi Bukan di Panggung Ini

Perpanjangan ini berlaku sejak 8 hingga 22 Januari 2026, menyusul masih adanya wilayah yang memerlukan penanganan intensif.

Dari total 18 kabupaten/kota terdampak, empat daerah masih menetapkan status tanggap darurat, yakni Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.

Halaman:

Tags

Terkini