PONTIANAKGLOBE.COM, TAPANULI TENGAH -- Warga Desa Bona Lumban, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dilanda kecemasan pada Minggu malam seiring naiknya debit air yang mulai menggenangi permukiman. Hujan yang turun tanpa henti membuat air merangsek hingga ke dalam rumah warga, memicu situasi darurat.
Kondisi tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @zaits_bf pada Minggu (21/12/2025). Dalam rekaman itu, seorang warga memperlihatkan genangan air yang telah mencapai bagian dalam rumah dengan ketinggian setara mata kaki orang dewasa.
Baca Juga: Agam Berduka, 192 Nyawa Melayang Saat Pemulihan Masih Jalan di Tempat
Warga mengaku situasi semakin mengkhawatirkan karena hingga malam hari belum ada bantuan yang tiba di lokasi. Air yang sebelumnya hanya menggenangi halaman kini perlahan naik dan mengancam keselamatan penghuni rumah.
“Untuk malam ini kondisi air di Kabupaten Tapanuli Tengah, Desa Bona Lumban, sudah sampai ke titik rumah,” ujar pria tersebut dalam video dengan nada cemas.
Ia juga menyebut belum ada satu pun pihak yang datang memberikan pertolongan kepada warga yang terdampak.
“Hari ini belum ada sama sekali warga atau pihak yang membantu kondisi rumah kami,” katanya.
Dalam kondisi terdesak, warga menyampaikan permohonan terbuka kepada aparat dan instansi terkait agar segera turun tangan. Ia berharap bantuan dari kepolisian, TNI, maupun Basarnas dapat segera datang sebelum situasi semakin memburuk.
“Kami mohon bantuan dari Polres, TNI, atau Basarnas untuk membantu kami malam ini,” ucapnya.
Baca Juga: Ratusan Personel TNI dan Gabungan BNPB Bersihkan RS dan Sekolah Pascabencana Aceh Timur
Ketakutan terbesar warga adalah terjebak di dalam rumah saat air terus meninggi. Mereka mengaku tidak mengetahui harus mengungsi ke mana karena akses keluar mulai tertutup genangan.
“Kondisi air makin naik dan kami tidak tahu harus pergi ke mana. Kami mohon secepatnya dibantu,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan bahwa masih ada sejumlah warga lain yang belum mengungsi dan kini terjebak di rumah masing-masing akibat kepungan air banjir.***