pontianak-insights

Durian Dipikul Berkilo-kilo, Perjuangan Petani Sumatera Pascabencana

Jumat, 19 Desember 2025 | 20:24 WIB
Petani durian di Tapanuli Tengah yang sedang berjuang untuk menjual hasil panen duriannya. (Dok. Instagram/masjidnurulashri - TikTok/zaits_bf)

PONTIANAKGLOBE.COM, TAPANULI TENGAH -- Petani durian di sejumlah wilayah Sumatera menghadapi kesulitan besar pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November lalu.

Akses jalan dan jembatan yang terputus membuat proses distribusi hasil panen menjadi jauh lebih berat dibandingkan kondisi normal.

Situasi tersebut viral di media sosial setelah beredar sejumlah video yang memperlihatkan perjuangan para petani membawa durian dengan cara dipikul sambil berjalan kaki melintasi kawasan bekas banjir dan longsor.

Baca Juga: Influencer Vilmei Saksikan Ketegaran Warga Aceh Tamiang Pascabanjir

Mereka tetap berusaha menjual hasil panen demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Seorang anak harus memikul hasil panen durian hari ini yang selamat dari longsor untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidup,” tulis akun TikTok @zaits_bf, dikutip pada Kamis, 18 Desember 2025.

Dalam keterangan unggahan itu disebutkan bahwa anak tersebut berasal dari Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Masih ada yang bisa dijual, untung masih ada hasil panen yang selamat dari longsoran,” tulisnya lagi.

“Memikul berkio-kilo jauhnya karena akses jalan dan jembatannya terputus,” lanjutnya.

Momen serupa juga dibagikan akun Instagram @masjidnurulashri yang memperlihatkan para petani durian harus melewati medan ekstrem usai banjir menerjang wilayah mereka.

“Perjuangan petani durian di tengah kondisi bencana. Akses jalan terputus tapi harus tetap sampai pasar,” tulis keterangan video tersebut, Kamis, 18 Desember 2025.

Dalam rekaman terlihat tumpukan puing kayu yang dimanfaatkan sebagai jembatan darurat untuk menyeberang sambil membawa durian di dalam ember yang diletakkan di atas kepala.

Baca Juga: Raih Emas di Sea Games Thailand, Justin Barki Pilih Donasikan Seluruh Bonus Kepada Korban Terdampak Banjir Sumatera

Para petani juga tampak memikul durian dan menyeberangi sungai dengan ketinggian air hingga selutut serta arus yang cukup deras.

Di tengah perjuangan tersebut, harga durian di Tapanuli Tengah dilaporkan hanya berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per buah. Kondisi ini memicu simpati warganet yang memenuhi kolom komentar unggahan video tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini