pontianak-insights

PascaBanjir Aceh Tamiang, Para Pengungsi Tidur di Bawah Terpal dan Puing

Minggu, 14 Desember 2025 | 17:40 WIB
Menyoroti cerita korban bencana banjir bandang di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh yang hingga kini belum memiliki tempat tinggal yang layak. (Dok. Instagram.com/@rumpi_gosip)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG --Bencana banjir bandang disertai tanah longsor melanda sejumlah kawasan pedesaan di Aceh Tamiang pada akhir November 2025. Dampak bencana tersebut tergolong besar dan meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Sabtu (13/12/2025), jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 orang.

Baca Juga: Bukan Figur Biasa, Ini Alasan Dedy Tabrani Dipercaya Pimpin BNNP Aceh

Daerah ini juga tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak dibandingkan kabupaten dan kota lain yang terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Dalam laporan BNPB disebutkan sebanyak 252,6 ribu warga Aceh Tamiang terpaksa mengungsi


akibat banjir bandang dan tanah longsor yang merusak permukiman serta infrastruktur desa.

Kondisi tersebut memicu keprihatinan publik di berbagai daerah. Lebih dari dua pekan pascabencana, sebagian pengungsi masih berjuang bertahan hidup setelah kehilangan rumah dan harta benda. Akses bantuan yang terbatas di wilayah pedalaman turut memperparah keadaan.

Perhatian warganet tersedot oleh sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @rumpi_gosip pada Sabtu, 13 Desember 2025, terlihat seorang ibu korban banjir bandang di pedalaman Aceh Tamiang menyampaikan permintaan yang menyentuh hati.

“Saya tidak butuh uang, saya hanya ingin mukena dan kain sarung,” kata sang ibu dalam video tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa suaminya tengah sakit dan membutuhkan selimut untuk menghangatkan tubuhnya di tengah kondisi yang serba terbatas.

“Suami saya sakit perlu selimut, itu saja yang kami butuhkan,” ungkapnya.

“Yang lainnya tidak usah, yang penting bisa shalat,” tambahnya.

Baca Juga: 16 Tahun Kepergian Tragis Alda Risma, Penyanyi Berbakat yang Meninggal di Tangan Kekasihnya

Dalam rekaman itu, sang ibu terlihat berteduh menggunakan terpal seadanya yang dipasang di atas sepeda motor rusak. Puing-puing bangunan berserakan di sekelilingnya, menjadi saksi dahsyatnya terjangan banjir bandang.

“Kami pun tidur di tempat yang tidak layak, yang penting butuh kain untuk menghangatkan badan,” ujar sang ibu.

Halaman:

Tags

Terkini