pontianak-insights

Koordinasi Seperti Jembatan yang Harus Selalu Bernapas agar Organisasi Mengalir

Jumat, 12 Desember 2025 | 16:02 WIB
Foto Penulis: Samuel (Dosen Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa)

Rentang manajemen  (dalam hal ini dimaksud, rentang kendali) adalah jumlah bawahan yang dapat diawasi secara efektif oleh seorang pemimpin. Literatur manajemen membedakan antara rentang sempit (struktur lebih tinggi, pengawasan dekat) dan rentang luas (struktur datar, fleksibel). Pilihan antara keduanya sangat bergantung pada kualitas koordinasi. Organisasi dengan koordinasi baik dapat memperluas rentang manajemen tanpa kehilangan efektivitas.

Frei dan Morriss dalam Move Fast and Fix Things (2023) menekankan bahwa kemampuan organisasi membuat keputusan cepat sangat bergantung pada struktur yang tidak terlalu birokratis dan pada koordinasi lintas fungsi yang lancar. Oleh karena itu rentang manajemen bukan soal isu struktural, tetapi juga isu koordinatif dan kultural.

Koordinasi dan Rentang Manajemen sebagai Dua Sisi Mata Uang

Koordinasi yang efektif memperluas rentang manajemen. Ketika komunikasi mengalir baik, SOP berjalan, teknologi mendukung, dan hubungan antar unit stabil, seorang manajer dapat mengawasi lebih banyak orang tanpa kehilangan kualitas kontrol.

Perumpamaan yang relevan adalah orkestra, konduktor dapat memimpin puluhan musisi hanya jika terdapat partitur yang jelas, tempo yang dipahami bersama, dan latihan yang terkoordinasi.

Tanpa itu, bahkan lima musisi pun akan kacau. Dengan demikian, koordinasi berfungsi sebagai “sistem irigasi” yang memungkinkan keteraturan dan pertumbuhan, rentang manajemen ibarat “luas kebun” yang dapat diairi oleh sistem tersebut.

Serupa dengan itu, dalam refleksi fenomenologis Heidegger tentang being-with-others (Mitsein) memberi pemahaman bahwa keberadaan seseorang di dunia selalu bersifat bersama. Rentang manajemen yang efektif terjadi ketika hubungan “bersama” itu autentik, saling memahami, dan saling meneguhkan melalui koordinasi, (dari dan untuk).

Integrasi Manajemen

Mengintegrasikan manajemen dan filsafat membawa kita pada kesadaran bahwa organisasi bukan mesin, melainkan ekosistem moral yang terdiri dari manusia dengan intensi, nilai, dan harapan. Koordinasi bukan sekadar pengaturan aktivitas ia adalah upaya mewujudkan keteraturan bersama. Rentang manajemen tidaklah sekadar angka tetapi mesti dilihat sebagai refleksi hubungan kepercayaan dan kapasitas manusia dalam bekerja sama.

Brian Evergreen dalam Autonomous Transformation (2023) menekankan bahwa teknologi hanya bermanfaat ketika digunakan untuk memanusiakan proses organisasi, bukan menggantikannya. Koordinasi berbasis teknologi adalah alat, bukan pengganti substansi kemanusiaan dalam organisasi.

Artinya, koordinasi yang dilihat lebih dalam dapat memancarkan ‘sinar’ atau mengajarkan tindakan manusia untuk selalu terarah pada makna. Maka, koordinasi menjadi tindakan yang menghimpun makna kolektif—konsensus tentang apa yang ingin dicapai bersama.

Rentang manajemen menjadi manifestasi kepercayaan, sejauh mana seorang pemimpin percaya bahwa timnya dapat berjalan selaras di bawah bimbingan yang tidak mengekang. Dalam pandangan ini, koordinasi dan rentang manajemen sebagai dua pilar utama bagi organisasi yang ingin tetap rasional, manusiawi, dan adaptif.

Dalam tulisan ini saya berupaya untuk menunjukkan bahwa koordinasi dan rentang manajemen tidak dapat dipisahkan dalam teori maupun praktik organisasi. Koordinasi menyediakan landasan bagi integrasi aktivitas, sedangkan rentang manajemen menyediakan kerangka kapasitas pengawasan. Tanpa koordinasi, rentang manajemen menjadi sempit dan birokratis tanpa rentang manajemen yang efektif, koordinasi menjadi tidak terarah dan kacau.

Melalui integrasi teori manajemen kontemporer dengan refleksi Aristoteles, Kant, dan Heidegger, dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa koordinasi selalu berkaitan dengan tindakan rasional sekaligus etis, sedangkan rentang manajemen adalah struktur yang mencerminkan hubungan kepercayaan dan pemahaman bersama. Maka dari itu, organisasi yang efektif adalah tentang organisasi yang memadukan rasionalitas manajerial dengan kedalaman refleksi untuk mampu berkembang secara dinamis dan manusiawi.

Daftar Pustaka

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB