pontianak-insights

Prediksi Mengejutkan Kemenhub: Puncak Mudik Jatuh pada 24 Desember

Rabu, 3 Desember 2025 | 14:44 WIB
Foto IlustrKementerian Perhubungan memprediksi 119,5 juta jiwa warga akan melakukan mudik saat libur Nataru. (Foto: Ilustrasi )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA --@Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Antoni Arif Priadi, memaparkan hasil survei terbaru terkait potensi pergerakan masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam Rakor Pusat dan Daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin, 1 Desember 2025.

Ia menyampaikan bahwa Badan Kebijakan Transportasi mencatat peningkatan mobilitas masyarakat dibanding periode Nataru tahun sebelumnya.

“Dari 283,5 juta penduduk Indonesia, diperkirakan 42,01 persen atau sekitar 119,5 juta jiwa akan melakukan perjalanan. Ini meningkat 2,71 persen dari survei Nataru 2024-2025,” ujar Antoni.

Baca Juga: Peluncuran KTP Pohon di Bandung, Langkah Cepat Atasi Kerentanan Lingkungan

Antoni menjelaskan bahwa pola perjalanan masih serupa dengan tahun lalu, di mana masyarakat cenderung bepergian pada pagi hari. Puncak arus mudik diprediksi terjadi dua hari sebelum Natal.

“Dari prediksi survei, akan ada lonjakan puncak arus mudik pada 24 Desember 2025 dan masyarakat cenderung berpergian di pagi hari,” katanya.

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada awal Januari.

“Untuk puncak arus balik akan terjadi Jumat, 2 Januari 2026. Juga dari hasil survei, perjalanan mayoritas terjadi pagi hari,” tambah Antoni.

Ia menegaskan bahwa Kemenhub telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan, termasuk pemeriksaan ramp check pada semua moda transportasi.

“Termasuk alat angkutnya, untuk dilakukan ramp check dan ramp check telah dimulai sejak beberapa minggu yang lalu atas perintah Pak Menteri Perhubungan,” jelasnya.

Antoni juga menyebut adanya kebijakan potongan harga pada komponen tiket pesawat.

“Untuk udara akan ada diskon tiket, namun tidak langsung pada harga, melainkan pada komponen pembentuk tarif sebesar 13-14 persen, termasuk PPN ditanggung pemerintah, harga bahan bakar, dan pajak jasa penumpang maupun pajak pesawat udara,” terangnya.

Baca Juga: Cak Imin Blak-blakan: Bencana Ini Bukan Alam Semata, Tapi Kesalahan Manusia

Dalam hasil survei tersebut, Jakarta Timur tercatat sebagai daerah asal pemudik dengan jumlah terbesar, disusul Bekasi, Bogor, Surabaya, dan Makassar. Untuk kota tujuan, beberapa wilayah wisata dan pusat aktivitas masyarakat tetap mendominasi.

"Tujuan kota-kota besar termasuk Jogja, Bandung, Malang, Bogor, dan Denpasar,” ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini