pontianak-insights

Bobby Nasution Buka Suara: Warga Tak Salah 100 Persen, Mereka Sudah Berhari-hari Tak Makan

Senin, 1 Desember 2025 | 13:05 WIB
Gubernur Sumut, Bobby Nasution tak menyalahkan masyarakat usai viralnya aksi penjarahan di Tapteng dan Sibolga. (Dok. Instagram.com/@bobbynst)

PONTIANAKGLOBE.COM, MEDAN -- Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera Utara menyebabkan sejumlah akses terputus, membuat distribusi bantuan ke beberapa wilayah menjadi terhambat.

Situasi ini memicu beredarnya video viral di media sosial yang menunjukkan masyarakat di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga masuk ke sebuah minimarket dan mengambil berbagai bahan makanan, hingga rak-raknya terlihat kosong.

Baca Juga: Kebakaran Mematikan di Hong Kong: 9 WNI Tewas, KJRI Bergerak Cepat

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta warga tetap tenang dan bersabar, mengingat bantuan sedang dalam proses distribusi dan masih terhambat oleh kondisi akses yang sulit.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa sepenuhnya menyalahkan masyarakat atas aksi tersebut. Menurutnya, banyak warga bertahan berhari-hari tanpa logistik yang memadai.

“Yang pasti masyarakat kita tahu kondisinya. Sama-sama mungkin sudah beberapa hari tidak makan, kita tidak menyalahkan 100 persen ke masyarakat, tapi kita fokus untuk membagi ke masyarakat,” ujar Bobby di Tapanuli Tengah pada Minggu, 30 November 2025.

Ia menambahkan bahwa wilayah-wilayah yang masih terisolasi kini dipasok melalui jalur udara, sementara daerah yang masih bisa ditembus darat tetap disuplai melalui jalur tersebut.

Wakil Gubernur Sumut, Surya, juga meminta masyarakat untuk bersabar karena pemerintah tengah berupaya membuka akses agar distribusi kembali lancar.

Ia memastikan logistik sebenarnya cukup, namun akses yang terputus membuat penyalurannya terhambat.

“Pemerintah ini baik dari pusat maupun daerah provinsi, itu logistik cukup. Cuma mau menyampaikan ke sana itu sebetulnya yang belum bisa,” jelasnya.

Baca Juga: Perintah Presiden: Pratikno Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional Atasi Bencana Sumatera

Distribusi ke beberapa wilayah akan dialihkan melalui jalur Subulussalam, Aceh, menggunakan kendaraan berukuran kecil.

Kepala BNPB, Suharyanto, memberikan penjelasan bahwa tindakan warga tersebut tidak didasari niat merusak melainkan kebutuhan mendesak.

“Tentu saja kita yakin dan percaya bukan niatnya jahat tapi karena takut, mungkin karena memang sudah beberapa jam atau mungkin ada yang belum makan dari beberapa hari gitu sehingga terkesan begitu,” katanya dalam konferensi pers di Tapanuli Utara.

Ia menegaskan bahwa warga hanya mengambil makanan dan tidak melakukan perusakan. BNPB juga mencatat Tapanuli Tengah dan Sibolga sebagai wilayah paling terdampak dengan akses yang masih terputus sampai sekarang.***

Tags

Terkini