PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pelabuhan Internasional Kijing kembali menjadi sorotan setelah Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendatangi Kantor Pusat PT Pelindo Indonesia di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Kedatangan Wagub bukan sekadar kunjungan formal.
Baca Juga: Wagub Krisantus Hadiri Pernikahan Anak Anggota DPR RI, Paolus Hadi
Krisantus Kurniawan secara tegas meminta Pelindo mempercepat pengoperasian Pelabuhan Kijing yang dinilai masih jauh dari optimal, meski pembangunannya telah menyedot anggaran besar dari pemerintah pusat.
Selama pertemuan tiga jam dengan jajaran Komisaris PT Pelindo Indonesia, Krisantus menyampaikan langsung keresahan masyarakat Kalbar.
Ia menekankan bahwa pelabuhan tersebut belum memberikan manfaat berarti bagi daerah.
“Saya menyampaikan aspirasi masyarakat Kalbar agar Pelabuhan Kijing segera beroperasi secara maksimal,” ujarnya.
Wagub juga menyoroti dampak lain dari lambatnya pemanfaatan Kijing, termasuk meningkatnya kecelakaan di jalan raya akibat padatnya lalu lintas kontainer yang masih bergantung pada Pelabuhan Dwikora Pontianak.
Baca Juga: Krisantus Tegaskan Akan Segera Melaksanakan Pengerukan Sungai Kapuas Hindari Pendangkalan
Menurutnya, jika Kijing berfungsi penuh, beban logistik tidak lagi menumpuk di jalur padat kota.
Krisantus bahkan mempertanyakan alasan Pelindo belum memaksimalkan fasilitas tersebut.
“Kalau Pelindo lama-lama tidak memfungsikan Pelabuhan Kijing, ada apa? Itu tinggal pindahkan kren dari Dwikora, pindahkan ke sana,” tegasnya.
Ia menambahkan, investasi besar negara untuk membangun Pelabuhan Kijing seharusnya segera dikonversi menjadi manfaat ekonomi bagi Kalbar.
Keterlambatan operasional membuat provinsi ini kehilangan potensi pendapatan dari Dana Bagi Hasil (DBH) ekspor.
Sejak lama, ekspor komoditas utama Kalbar seperti sawit dan tambang terpaksa melalui Pelabuhan Dumai (Riau) atau Tanjung Priok (DKI Jakarta).