Meski diselenggarakan secara sederhana karena keterbatasan dana, antusias daerah cukup tinggi.
“Dari 14 Kabupaten/Kota, 13 daerah menyatakan siap berpartisipasi, kecuali Kabupaten Kayong Utara yang LP3KD-nya masih dalam proses pembentukan,” kata Budiman.
Dalam kegiatan ini, total peserta – termasuk official – diperkirakan sekitar 500 orang. Lomba meliputi:
-
Menyanyi Mazmur: Anak, Remaja, OMK, Dewasa (4 kategori)
-
Bertutur Kitab Suci (1 kategori)
-
Cerdas Cermat Rohani SD dan SMP/SMA (2 kategori)
-
Paduan Suara Dewasa Campuran / PSDC (1 kategori)
Budiman memastikan panitia sudah siap, tinggal pemantapan akhir jelang pelaksanaan.
“Kesiapan panitia sudah mencapai 90 persen. Technical meeting dan koordinasi dewan juri sudah dilakukan. Pesparani ini juga menjadi persiapan awal Kalbar menuju Pesparani Nasional 2027. Harapannya, muncul tim-tim terbaik untuk mewakili Kalbar.”
Dukungan Gereja dan Pemerintah
Panitia juga melakukan audiensi dengan Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan.
Mgr Samuel menyampaikan dukungan penuh, sekaligus mengajak Umat untuk menjaga ketertiban selama kegiatan.
“Walau dilaksanakan dengan keterbatasan, iman dan makna rohani Pesparani harus tetap menjadi yang utama,” tegasnya.
Wali Kota Pontianak berharap kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan penguat kerukunan.