pontianak-insights

Uya Kuya Ungkap Pilu Rumah Dijarah, 'Bukan Harta, Tapi Kenangan Anak-Anak yang Hilang'

Selasa, 30 September 2025 | 22:02 WIB
Uya Kuya Pulang ke Rumah Dijarah: Minta Jangan Hina Keluarga (Tribunnews)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Artis sekaligus anggota DPR nonaktif, Uya Kuya, bersama istrinya Astrid, kembali ke rumah mereka di kawasan Jakarta Timur setelah hampir sebulan insiden penjarahan yang terjadi saat demonstrasi besar pada Sabtu, 20 Agustus 2025.

Namun, yang mereka temui bukan lagi kediaman penuh kehangatan, melainkan bangunan rusak dengan dinding penuh coretan, ruangan kosong, dan kenangan yang hilang.

Melalui unggahan di kanal YouTube dan akun Instagram pribadinya, Uya memperlihatkan kondisi rumah yang porak-poranda.

Televisi, sofa, dan perabotan raib, bahkan kucing peliharaan pun ikut hilang. Yang paling menyayat hati, barang-barang bernilai kenangan dari masa kecil kedua anaknya, Cinta dan Nino, ikut lenyap.

Astrid tampak tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan ruangan yang dulu dipenuhi tawa keluarga kini hanya menyisakan sisa-sisa vandalisme.

Luka Batin yang Dalam

Uya mengaku dirinya bisa menerima kehilangan harta pribadinya, namun sulit baginya memaafkan saat barang-barang keluarga, terutama peninggalan anak-anaknya, turut dijarah.

“Silakan maki-maki saya, fitnah, hina saya. Tapi jangan hina keluarga saya, jangan anak-anak saya,” tegasnya dalam video yang diunggah, Senin (29/9/2025).

Dalam unggahan lainnya, Uya menunjukkan ruang tengah rumah yang kosong melompong, sementara coretan bernada kasar memenuhi dinding.

“Pertama kali masuk ke rumah kita yang dijarah,” tulisnya singkat.

Astrid hanya bisa menatap kosong, mencoba mengenang sisa-sisa perabot yang pernah mereka miliki.

Uya menekankan, kehilangan terbesar bukanlah barang mewah, melainkan hasil kerja keras anak-anaknya.

“Cinta dari SMP kelas 3, Nino dari kelas 2 SMP tidak dapat uang jajan dari saya, karena mereka sudah berpenghasilan sendiri dari YouTube dan syuting TV. Jadi yang kalian ambil itu hak anak-anak saya,” ujarnya.

Ia bahkan sempat menelepon Cinta dan Nino untuk memperlihatkan kamar mereka yang kini kosong. Reaksi sang anak menambah perih suasana, ketika menyadari barang yang hilang adalah hasil jerih payah mereka sendiri.

Lebih dari sebulan pasca-penjarahan, rumah Uya Kuya kini menjadi saksi bisu kemarahan massa yang berujung perusakan.

Halaman:

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB