PONTIANAKGLOBE.COM, SURABAYA -- Pelatihan Content Creator Laboratorium (CoreLab) 2025 sukses digelar Promedia Teknologi Indonesia (PTI) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jawa Timur, Rabu (24/9/2025).
CoreLab merupakan rangkaian roadshow Journalism 360 yang sebelumnya telah hadir di berbagai kampus top Indonesia, mulai dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Serang (Mei 2025), Universitas Sumatera Utara (USU) Medan (Januari 2025), UIN Raden Fatah Palembang (Desember 2024), hingga Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang (Oktober 2024).
Khusus di Surabaya, Promedia berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Unesa.
Kegiatan berlangsung di Gedung I8 lantai 3 dan menjadi kampus kelima yang disambangi Promedia untuk membekali mahasiswa dengan wawasan bisnis content creator masa kini.
Acara menghadirkan CEO Promedia Agus Sulistriyono dan GM Media Network Promedia Agil Hari Santoso, serta narasumber akademisi seperti Dekan FISIPOL Unesa Prof. Dr. Wiwik Sri Utami, M.P. dan Dosen Ilmu Komunikasi Unesa Dr. Rio Febriannur Rachman, S.S., M.Med.Kom.
Esensi Jurnalistik dan Bisnis Informasi
CEO Promedia Agus Sulistriyono menekankan pentingnya mahasiswa memahami fondasi jurnalistik di tengah perubahan media.
“Medium bisa saja berganti—radio, televisi, atau koran suatu saat akan hilang. Namun, bisnis informasi tidak akan pernah mati,” ujar Agus.
Ia berpesan agar mahasiswa Gen Z meningkatkan kemampuan komunikasi, literasi, dan menulis sebagai bekal memasuki dunia digital.
Baca Juga: BBM Langka di SPBU Swasta, Pemerintah Terapkan Skema Darurat Bersama Pertamina
“Selama ada manusia, akan tetap ada bisnis informasi. Maka penting bagi kalian untuk terus mengasah kemampuan berkomunikasi dan membuat konten,” imbuhnya.
Dekan FISIPOL Unesa Prof. Wiwik Sri Utami menyambut baik kehadiran Promedia di kampusnya.
“CoreLab ini kesempatan luar biasa bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan di bidang content creator,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Rio Febriannur Rachman menyoroti perubahan ekosistem media. Ia menyebut generasi muda kini lebih banyak meninggalkan TV konvensional dan beralih ke platform digital.