Sejak Selasa, sekitar 100 warga dari empat kota kecil di sekitar Grampians National Park telah diperintahkan untuk meninggalkan area tersebut.
Baca Juga: Polusi Udara Tinggi, Thailand Gratiskan Skytrain dan Bus Selama Sepekan
“Segera pergi adalah opsi paling aman sebelum kondisi semakin memburuk,” ujar pihak layanan darurat Victoria dalam pernyataan resminya. Mereka juga menegaskan bahwa bantuan mungkin tidak dapat diberikan jika warga memilih untuk tetap tinggal.
New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) sebelumnya memperkirakan kondisi kebakaran di tahun 2024 relatif normal berkat curah hujan yang meningkat pada musim semi.
Namun, situasi berbeda terjadi di awal 2025.
Peningkatan suhu yang terjadi di seluruh negeri memicu aktivitas kebakaran yang lebih dini.
Tahun 2024 sendiri tercatat sebagai tahun terpanas kedua dalam sejarah Australia setelah 2019, dengan suhu rata-rata 1,46°C di atas rata-rata 1961-1990.
Biro Meteorologi Australia juga mencatat bahwa sepuluh tahun terpanas dalam sejarah negara ini terjadi dalam dua dekade terakhir.
Baca Juga: Nokia X700 5G: HP 2 Jutaan dengan Layar AMOLED 120Hz, Kamera 50MP dan Tahan Air
Dari data tersebut, hanya dua tahun dalam 40 tahun terakhir yang mencatat suhu lebih dingin dari rata-rata.
Sarah Perkins-Kirkpatrick, Wakil Direktur Pusat Keunggulan Cuaca Abad 21 di Universitas Nasional Australia, menyatakan bahwa perubahan iklim telah menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi ini.
“Tidak ada mekanisme iklim yang dapat mengatasi panas ekstrem seperti sekarang,” ungkapnya. ***