Dibilang Mentah, SPPG Klarifikasi Menu Bandeng MBG

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 10 Maret 2026 | 08:13 WIB
Viral keluhan wali murid siswa di Sedayu, Bantul tentang menu bandeng MBG. (Dok. Instagram/carolinelintangnew)
Viral keluhan wali murid siswa di Sedayu, Bantul tentang menu bandeng MBG. (Dok. Instagram/carolinelintangnew)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONOROGO -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan kembali menjadi sorotan warganet setelah berbagai keluhan menu beredar di media sosial. Setelah sebelumnya ramai menu roti dan kacang, kini perhatian publik tertuju pada menu ikan bandeng yang dibagikan kepada siswa.

Sebelumnya, keluhan terkait menu bandeng presto juga sempat muncul di Ponorogo karena ditemukan belatung pada makanan tersebut. Kini, keluhan serupa muncul dari wilayah Bantul.

Baca Juga: Boy Thohir Gelar Buka Puasa 1.000 Anak Yatim di Masjid At-Thohir

Video keluhan terbaru diunggah oleh akun Instagram @carolinelintangnew yang memperlihatkan seorang siswa dari SD Pangudi Luhur St. Aloysius Sedayu menunjukkan menu MBG yang diterimanya. Dalam video berdurasi 26 detik itu, terlihat paket makanan berisi ikan bandeng dan tahu kuning.

“MBG mu apa? MBG-nya ikan bandeng sama tahu kuning. Ini apa-apaan? Kita suruh goreng sendiri, gitu?” ujar perekam video.

“Gimana ini maksudnya? Masa mamanya suruh goreng sendiri? Tolong ya,” imbuhnya.

Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa menu tersebut diberikan untuk konsumsi hari Sabtu, 7 Maret 2026, namun dibagikan dalam kondisi mentah pada Jumat, 6 Maret 2026.

Menurut Caroline, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan karena dianggap tidak sesuai dengan standar produksi dan penyajian program MBG. Ia juga membandingkan dengan menu pada pekan sebelumnya yang berisi makanan kering seperti telur puyuh, roti, kelengkeng, dan kacang telur.

Menanggapi video yang viral, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Argosari kemudian mengadakan pertemuan dengan pihak sekolah serta wali murid pada Senin (9/3/2026). 

Dalam keterangannya, SPPG Argosari menegaskan bahwa ikan yang dibagikan sebenarnya sudah melalui proses pengolahan.

“Ikan yang digunakan dalam menu tersebut adalah bandeng presto yang telah melalui proses pengolahan dan pengukusan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat,” ujar pihak SPPG Argosari.

Baca Juga: Pengamat Sebut Seskab Teddy Berani Pasang Badan untuk Prabowo

SPPG juga mengakui bahwa tampilan makanan tersebut dapat menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat.

“Kami memahami bahwa muncul persepsi di masyarakat bahwa ikan bandeng tersebut terlihat seperti masih mentah. Hal ini menjadi perhatian bagi kami karena tampilan visual menu yang dibagikan menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian pihak,” paparnya.

Pihak SPPG menyatakan bahwa setiap paket makanan sebenarnya telah dilengkapi label menu, petunjuk penyimpanan, serta anjuran konsumsi bagi penerima manfaat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X