BNPB Ungkap 50 Km Longsor Putus Akses Tapanuli–Sibolga, Evakuasi Terhambat

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 1 Desember 2025 | 12:42 WIB
Kepala BNPB, Suharyanto mengungkapkan tim gabungan berupaya buka akses di jalur terputus di wilayah Sumatera Utara.  (Dok. Instagram/bnpb_indonesia)
Kepala BNPB, Suharyanto mengungkapkan tim gabungan berupaya buka akses di jalur terputus di wilayah Sumatera Utara. (Dok. Instagram/bnpb_indonesia)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan perkembangan terkini penanganan banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara.

Memasuki hari keempat, tim gabungan terus berupaya membuka akses wilayah yang masih terputus dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

“Kota Medan yang merupakan ibu kota provinsi sempat banjir, tapi per hari ini adalah hari ke-4 karena Sumatera Utara itu duluan yang terkena bencana,” kata Suharyanto dalam konferensi bersama Menko PMK di Sumut, Minggu, 30 November 2025.

Baca Juga: Di Balik Video Viral Sibolga: Ketakutan Warga dan Lambatnya Distribusi Bantuan

“Jadi, mulai tanggal 25 dan 26 November 2025, itu hujan deras sehingga kita baru masuk tanggal 27 November 2025,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa penanganan di wilayah Langkat, Medan, Tebing Tinggi, dan Asahan sudah cukup stabil. Daerah-daerah tersebut kini dapat ditangani pemerintah daerah tanpa perlu koordinasi terpusat dari pemerintah pusat.

Namun, Tapanuli menjadi pekerjaan besar bagi BNPB.

“PR kita di wilayah Sumatera Utara ini adalah Tapanuli, Pak. Jadi, yang terdampak ada Tapanuli Utara, ada Humbang Hasundutan, ada Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, kemudian Langkat,” paparnya.

Dari seluruh kawasan itu, Tapanuli Tengah dan Sibolga disebut paling membutuhkan perhatian karena masih terisolir.

“Tapanuli Tengah hanya bisa dicapai lewat udara di mana Tapanuli Tengah itu ada Kota Sibolga yang bisa dicapai lewat darat dari Tapanuli Tengah dan lewat dari laut,” jelasnya.

Suharyanto juga menanggapi video viral yang menggambarkan warga di kawasan tersebut mengambil barang dari minimarket. Menurutnya, tindakan itu bukan penjarahan.

“Itu mereka mengambil bahan makanan, Pak dan tidak bersifat menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan sebagainya. Tidak, tapi dia menjarah bahan makanan,” ucapnya.

Ia menilai warga bertindak karena khawatir pasokan bahan makanan semakin menipis.

BNPB kini fokus membuka jalur transportasi menuju wilayah yang terputus.

“Ini yang masih belum tembus ya Pak Menko, dari Tapanuli ke Sibolga karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang,” kata Suharyanto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X