Unika Santo Agustinus Hippo Gaungkan Etika Digital di Tengah Banjir Informasi, Hadirkan 2 Tokoh Kunci Dewan Pers

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:35 WIB
Suasana kuliah umum Unika Santo Agustinus Hippo di Aula Kantor Bupati Landak yang diikuti ratusan mahasiswa dan dosen secara hybrid. (Dok. Univ San Agustin @Tri Natalia Urada)
Suasana kuliah umum Unika Santo Agustinus Hippo di Aula Kantor Bupati Landak yang diikuti ratusan mahasiswa dan dosen secara hybrid. (Dok. Univ San Agustin @Tri Natalia Urada)

PONTIANAKGLOBE.COM, NGABANG -- Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo menggelar Kuliah Umum Tahun Akademik 2025/2026 bertema “Intelektual Muda San Agustin yang Kritis, Etis, dan Visioner di Era Kebebasan Informasi”, Senin (20/10).

Kegiatan berlangsung secara hybrid dari Aula Kantor Bupati Landak, melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dari tiga kampus Unika Santo Agustinus Hippo.

Baca Juga: Bikin Merinding! Begini Profil Tri Natalia Urada, Perempuan Dayak Asal Toho Kalbar Mendapat Tugas Baca Doa Umat di Hadapan Paus Fransiskus

Acara menghadirkan Prof Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers RI, sebagai pembicara kunci (keynote speaker) yang menyampaikan paparan secara virtual dari Jakarta.

Dalam kuliahnya, Prof Komaruddin menekankan pentingnya membangun ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Kebebasan informasi tidak boleh menjadi ruang tanpa etika. Mahasiswa harus mampu membedakan antara kebebasan berpendapat dan penyebaran disinformasi. Literasi moral menjadi fondasi penting bagi masa depan demokrasi informasi kita,” ujarnya.

Usai sesi utama, kegiatan dilanjutkan Diskusi Panel yang menghadirkan Niken Widiastuti (Anggota Dewan Pers) sebagai pemateri utama, serta Rendra Oxtora (Ketua AJI Pontianak) dan Trio Kurniawan M.Fil (Kepala Media Center Unika Santo Agustinus Hippo) sebagai penanggap.

Diskusi dipandu oleh Michael Carlos Kodoati S.Fil SH M.Fil, Kepala Lembaga Pengembangan Humaniora dan Religiusitas (LENTERA) Unika, yang juga mantan jurnalis dan news anchor BeritaSatu TV.

Dalam forum yang berlangsung dinamis itu, para panelis membahas peran etika dan tanggung jawab dalam ruang publik digital.

Baca Juga: Viral! Pesawat Kargo Emirates Tergelincir dan Tercebur ke Laut di Hong Kong, 2 Tewas

Niken Widiastuti menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun ekosistem media yang sehat.

“Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi, tapi harus menjadi produsen wacana publik yang jujur, bermakna, dan membangun kepercayaan,” tegasnya.

Sementara itu, Rendra Oxtora mengingatkan pentingnya menjaga independensi jurnalisme dan meningkatkan partisipasi warga digital dalam melawan hoaks serta ujaran kebencian.

“Tanggung jawab publik di era media sosial bukan hanya milik wartawan, tapi juga setiap warga digital,” ujarnya.

Kegiatan diikuti sekitar 250 peserta secara luring dari Kampus I dan III Landak, sementara peserta dari Kampus II Pontianak bergabung secara daring.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X