Mengapa Perceraian di Kuwait Tinggi? Bagaimana Wanita Memandang Relationship dengan Pasangan? Ini Jawabannya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 15 September 2022 | 05:05 WIB
Ilustrasi perceraian Sumber Canva (Ilustrasi perceraian Sumber Canva)
Ilustrasi perceraian Sumber Canva (Ilustrasi perceraian Sumber Canva)

PONTIANAKGLOBE.COM, BEIRUT - Sejumlah negara di Timur Tengah dilaporkan memiliki angka perceraian yang tinggi. Di antara negara-negara tersebut adalah Kuwait, Yordania, Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Banyak faktor yang menyebabkan perceraian di negara-negara di kawasan Timur Tengah tersebut perceraiannya cukup tinggi, di antaranya konflik di internal keluarga hingga pandangan kaum perempuan.

Misalnya, ada perempuan yang memandang kehadiran laki-laki tak lagi dibutuhan dalam kehidupan mereka.

Para perempuan itu memandang mereka bisa hidup mandiri tanpa kehadiran laki-laki.

Di sisi lain, negara-negara Arab memodernisasi ekonomi mereka dan mereformasi sistem hukum, hal ini membuat perempuan menjadi lebih mandiri.

Dikutip www.pontianakglobe.com dari www.dio-tv.com yang berjudul: Kuwait Alami Persentase Tingkat Perceraian Tinggi di Dunia Arab Timur Tengah. Berikut ulasan lengkapnya:

Kuwait alami tingkat perceraan dalam pernikahan paling di kalangan dunia Arab di Timur Tegah, yakni 48 persen. Sebanyak 40 persen penikahan diakhiri perceraiaan di Mesir, 37,2 persen di Yordania, 37 persen di Qater, 34 persen di Uni Emirat Arab dan Lebanon.

Hal itu dikemukakan Sheikh Wassim Yousef Al-Falah, seorang hakim Syariah di pengadilan agama Beirut, Lebanon kepada Arab News, Sabtu, 10 September 2022.

“Perceraian tinggi fenomena belum pernah terjadi sebelumnya, meskipun hakim tidak mendukung perceraian dan fokus pada rekonsiliasi,” ujar Sheikh Wassim Yousef Al-Falah

Ketika globalisasi mengubah sebagian besar aspek kehidupan modern, sifat keluarga dan kehidupan keluarga tidak lagi seperti 10 tahun yang lalu.

BACA JUGA: Baca Juga: Deputi Administrator USAID Isobel Coleman ke Jakarta, Sempatkan Minum Kopi Lokal dengan Pemimpin Perempuan

BACA JUGA: Buku Mutiara Kata-Hati Mgr Agustinus Agus Diluncurkan: Sang Komunikator Ulung dari Kampung

Tekanan dan ketegangan terjadi pada pernikahan telah diperparah tren berkembang dari orang-orang pindah dari keluarga dan negara asal mereka untuk mencari penghidupan.

Dunia Arab tidak terisolasi dari perubahan sosial ekonomi. Terlihat meningkatnya jumlah pasangan yang memilih untuk berpisah di beberapa negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Studi Pusat Pendukung Informasi dan Keputusan Kabinet Mesir menemukan Kuwait, Mesir, Yordania, dan Qatar adalah negara-negara Arab dengan tingkat perceraian tertinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB
X