PONTIANAKGLOBE -- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Waduk Muara alias Estuary Dam di Bali, siap beroperasional untuk memasok air baku di kawasan pariwisata utama di Bali, seperti kawasan Kuta, Benoa, Nusa Dua dan sekitar Bandara I Ngurah Rai.
Peresmian operasional langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan, pada Jumat (11 November 2022).
Dari siaran pers Kementerian PUPR, rehabilitasi Waduk Muara dirancang untuk dapat meningkatkan suplai air baku untuk PDAM Kabupaten Badung sebesar 500 liter/detik atau meningkat 200 liter/detik dari pasokan sebelumnya.
Seluas 35 hektare (Ha) mulai dikerjakan sejak Februari 2022 dengan biaya APBN senilai Rp44,3 miliar. Pihak yang melaksanakan pekerjaan rehabilitasi Waduk Muara oleh Kontraktor PT Brantas Abipraya.
Mereka mengerjakan pembangunan saluran pengarah baru, perbaikan dan penggantian bendung karet, pembangunan jembatan, modifikasi bar screen, atap stop log, mechanical and electrical pintu radial, hydraulic rotary screen, gedung pameran, dan ruang rapat.
"Selain mengoptimalkan fungsi Waduk Muara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menata kawasan Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai yang akan menjadi venue showcase konservasi mangrove untuk tamu-tamu negara KTT G20. Penataan sendiri telah selesai 100%," kata Menteri Basuki dikutip Pontianak Globe, Senin (14 November 2022).
Sementara itu, Menko Luhut mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia bertanggungjawab terhadap generasi berikutnya. Sehingga pengelolaan sumber daya energi lain yang perlu menjadi prioritas pembangunan pemerintah.
“Indonesia punya 5087 danau dan 300 bendungan, seluruh sumber daya tersebut akan kita optimalkan sehingga dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya. Saat ini, kami menyaksikan pembangunan PLTS terapung yang pertama di Indonesia dan ini akan kita jadikan showcase pada KTT G20,” ujar Menko Luhut.