PONTIANAKGLOBE -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan nilai impor Kalimantan barat mengalami kenaikan dari November 2022 ke Desember 2022 sebesar 12,69% atau US$29,58 juta menjadi US$33,88 juta.
Kenaikan juga tidak hanya secara bulan ke bulan (month to month) juga dari periode Januari-Desember 2021 ke Januari-Desember 2022 sebesar 16,17% atau dari US$244,89 juta menjadi US$284,48 juta.
Komoditas produk penyumbang impor dari Kalbar yakni, bahan bakar mineral mengalami penurunan nilai dari US$17,12 juta pada November 2022 menjadi US$12,83 juta.
Urutan berikutnya, mesin-mesin atau pesawat mekanik naik dari US$0,95 juta menjadi US$10,29 juta. Selanjutnya, mesin peralatan listrik naik dari US$0,01 juta menjadi US$4,05 juta.
Komoditas lain adalah karet dan barang dari karet menyusut dari US$6,16 juta menjadi US$2,27 juta. Bahan kimia organik dari US$1,57 juta menjadi US$1,85 juta. Biji-bijian berminyak naik dari US$0,41 juta menjadi US$0,91 juta.
Barang lokomotif dan peralatan kereta api turun dari US$1,23 juta menjadi US$0,56 juta. Besi dan baja turun dari US$1,83 juta menjadi US$0,8 juta, Perabot, penerangan rumah naik dari US$0,11 juta menjadi US$0,32 juta dan pupuk naik dari US$0,19 juta menjadi US$0,32 juta.