PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Dibawah komando Alexius Akim, dua Mantan Penjabat atau Pj Bupati di Kalbar masuk ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Senin 30 Januari 2023.
Mereka adalah Marius Marselus Tj yang merupakan Mantan Pj Bupati Kapuas Hulu. Serta, Kartius Sa'em, Mantan Pj Bupati Ketapang.
"Bergabungnya kedua tokoh birokrat Kalbar ini, menambah energi PSI Kalbar dalam kompetisi politik 2024 mendatang," ujar Alexius Akim, Ketua DPW PSI Kalbar, Selasa 31 Januari 2023.
Alexius Akim mengucapkan terima kasih kepada kedua tokoh birokrat itu, dan mengajak bersama-sama membesarkan PSI di Kalimantan Barat.
"Tidak dipungkiri lagi, kedua tokoh ini adalah tokoh-tokoh besar yang dapat menjadi energi baru PSI dan dapat menjadi penasihat bagi pengurus dan calon legislatif yang sekarang banyak dihuni anak-anak muda," ujar pensiunan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar ini.
Sebagai Ketua DPW PSI Kalbar, Alexius Akim berterima kasih kepada para tokoh yang bergabung ke PSI.
"PSI adalah partai yang ingin bersaing dengan ide dan gagasan, bukan dengan otot dan kepalan tangan. Politik yang akan dibangun adalah politik realita bukan politik imajinasi. PSI terbuka untuk semua kalangan, termasuk untuk kaum disabilitas, silahkan datang ke rumah besar kita Partai Solidaritas Indonesia," ujarnya.
Di tempat yang sama, Marius Marselus, mantan Pj Bupati Kapuas Hulu mengatakan, ia bergabung ke PSI karena melihat dan menganalisis partai ini dapat menjadi partai yang nyaman untuk ditinggali oleh semua kalangan.
"Ini partai baru, dan sangat dikenal oleh anak-anak muda, yang bahkan tak mengenal dunia politik sekalipun. Sebagai partai anak muda, PSI menyuguhkan secara atraktif upaya-upaya politik untuk perubahan yang lebih baik bagi masa depan politik Indonesia, terutama di Kalimantan Barat yang plural ini" ujar pensiunan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar ini.
Sementara itu, Kartius, Mantan Pj Bupati Ketapang menegaskan, sejak awal ia sudah berminat ke PSI.
"PSI ini partai baru yang berkomitmen untuk menjaga keberagaman di Indonesia. Kalbar ini adalah provinsi yang dihuni masyarakat multi etnis, multi agama, multibudaya,” ujar pensiunan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalbar ini.
“Jadi tidak dibenarkan, membawa Politik Identitas untuk kemenangan dalam kontestasi politik baik di legislatif maupun di Pilkada. Politisasi agama dan etnis ditolak PSI, dan ini bagus bagi masa.depan bangsa dan negara ini," tambah Kartius, yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Kalbar tersebut.