23. Naga Langit
24. Naga Mas
Apa itu Cap Go Meh ?
Dikutip Pontianakglobe dari berbagai sumber, Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien dimana “Cap Go” berarti angka 15 dan “Meh” berarti malam.
Cap Go Meh adalah festival yang dilaksanakan pada tanggal 15 malam, tepat 15 hari setelah tahun baru Imlek yaitu tanggal 1 berdasarkan kalender Lunar.
Mengapa Cap Go Meh dirayakan 15 hari setelah Imlek?
Hal ini karena Cap Go Meh bagian penutup dari perayaan tahun baru Imlek yang tepat pada bulan purnama pertama di awal tahun.
Cap Go Meh berasal dari tradisi Tionghoa yang disebut Yuan Xiao Jie (元宵节) yang berarti Festival Lampion/Lentera.
Berdasarkan sejarah, Cap Go Meh adalah upacara penghormatan kepada Dewa tertinggi pada Dinasti Han yaitu “Thai Yi” oleh Biksu Buddha dengan membawa sejumlah lentera sebagai ritual pada 206 Sebelum Masehi.
Perayaan ini hanya digelar khusus untuk Dinasti saja hingga waktu dimana Dinasti ini berakhir barulah perayaan ini dilakukan secara terbuka.
Cap Go Meh tidak hanya dihiasi dengan lentera lampion saja, tetapi di beberapa daerah bahkan khususnya Jakarta juga dihiasi konfoi yang diiringi dengan naga, barongsai, dan orang-orang yang memiliki kemampuan khusus untuk dipinjam jiwanya oleh Dewa/Dewi yang dikenal dengan sebutan Tatung.
Cap Go Meh juga dipercayai sebagai upacara tolak bala atau cuci jalan yaitu mengusir atau mengunci kembali roh-roh jahat yang berada di jalan.
Semoga bermanfaat, sob.
(Bima Kresna)