PONTIANAKGLOBE.COM - IKIP PGRI Pontianak kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Program pengabdian kepada masyarakat kali ini merupakan hasil kolaborasi dari 4 Program Studi (Prodi) yang ada di perguruan tinggi keguruan tersebut.
Keempat Prodi yang melaksanakan pengadian kepada masyarakat ini antara lain Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Sejarah, Prodi Pendidikan Kewarganegaraan dan Prodi Teknologi Informasi (TI).
“Program ini adalah bagian dari komitmen IKIP PGRI Pontianak yang memiliki slogan The Best dimana sebagai LPTK yang ada di Kalimantan Barat, IKIP PGRI Pontianak diharapkan dapat menjadi mitra masyarakat desa dalam menciptakan desa mandiri dan smart village,” jelas Rektor IKIP PGRI Pontianak Muhamad Firdaus, M.Pd.
Ia menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan dari bulan Agustus hingga Desember 2022 ini juga merupakan bagian dari MBKM Mandiri studi independen yang dilakukan dengan bentuk kerja kelompok lintas prodi.
Hal ini dilakukan sebagai upaya Perguruan Tinggi melalui Prodi untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI) khususnya dalam pelaksanaan dharma Pengabdian kepada Masyarakat serta implementasi dari MBKM.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Muhammad Thamimi, M.Pd.
Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat yang bertema “Inventarisasi Budaya dan Sastra untuk Pendidikan Masyarakat Multikultur Berbasis IT” tersebut merupakan studi independen yang dipusatkan di desa Punggur Kapuas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya.
“Program ini merupakan Studi Independen dimana dosen melibatkan 18 mahasiswa yang terdiri atas 4 Program Studi untuk melakukan penelitian di desa mitra.
Output dari kegiatan ini adalah terciptanya pendataan desa berbasis IT, buku sejarah desa, serta media pembelajaran,” ujar Thamimi.
Ketua Prodi Pendidikan sejarah, Dr. Basuki menjelaskan bahwa pada kegiatan tersebut dosen dan mahasiswa akan melakukan pendataan budaya dan sastra serta mengaplikasikan ke dunia pendidikan dan menjadikan data tersebut sebagai data berbasis IT di Desa Punggur Kapuas.
“Nantinya mahasiswa yang terlibat akan dilakukan rekognisi mata kuliah yang ditempuh disemester ini diantaranya PLP 1 dan KKM,” jelas Basuki.
Sementara itu, Ketua Prodi PKN, Anwar Rube’i mejelaskan Desa Punggur Kapuas menjadi desa yang dipilih untuk pelaksaan program ini karena merupakan desa yang memiliki keragaman suku, bahasa dan agama.