kalbar-kita

Menggiurkan 200 Kilogram Per Bulan Panen Madu Meli Flora Sunar Bisa Hasilkan Rp30 Juta

Minggu, 21 Mei 2023 | 18:01 WIB
Sunaryo menunjukkan ternal lebah Apis mellifera miliknya. Dari 80 kotak koloni, Sunaryo bisa panen 200 Kg madu atau penghasilan kotor sekitar Rp 30 juta perbulan. (Pontianak Globe/Vincent Julipin)

Sebagaimana kita ketahui, Desa Sungai Bulan seluas 7.000 Km2, adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Berpenduduk sekitar 3.228 jiwa.

Berbatasan wilayah sebelah Utara dengan Desa Terentang, sebelah timur dengan Desa Sungai Asam, sebelah Selatan dengan pinggiran Sungai Kapuas, sebelah Barat dengan Desa Rasau Jaya.

Desa Sungai Bulan terbentuk tahun 1983 berkenaan dengan adanya program transmigrasi yang berasal dari Pulau Jawa yaitu Kabupaten Banyumas, Pati, Banyuwangi disebut Transmigrasi Penduduk Asal (TPA) dan penempatan penduduk lokal yang diikutsertakan dalam program Transmigrasi Penduduk Setempat (TPS)

Pertama masuk penempatan TPA sebanyak 150 KK dan TPS sebanyak 5 KK yang berasal dari Sungai Asam dan Tembang Kacang. 

Tahun 1994 terjadi penambahan TPA yang berasal dari Kabupaten Banyumas, Lumajang, Kudus, NTB, Sukabumi dan Wonosobo.

Terakhir tahun 2010 Pemerintah kembali menempatkan TPA dari Kabupaten Gunung Kidul, Demak, Wonosobo, Bogor, Kudus sebanyak 150 KK dan TPS sebanyak 150 KK.

Ada 3 jenis lebah Apis mellifera, yaitu Apis mellifera mellifera, Apis mellifera adansoni dan Apis mellifera indica.

Jumlah per koloni lebah ini terdiri dari 10.000 hingga 100.000 ekor lebah, yang terdiri dari satu ekor ratu lebah, 200 hingga 300 ekor lebah jantan dan selebihnya adalah lebah pekerja.

Dalam memanen madu, Sunaryo dan tim sangat terbantu dengan alat peras madu sehingga lebih berdaya guna dan berhasil guna.

Namun demikian para pekerja tetap harus waspada sengatan lebah karena sifat alaminya sewaktu-waktu dapat muncul dan menyengat pekerja.

Suherman SE selaku Koordinator Tenaga Ahli Center for Integrated Services of SMEsCo, membenarkan bahwa pihaknya akan memfasilitasi, memediasi dan mendampingi Rumah Produksi Madu “Meli Flora Sunar” agar usaha budidaya madu dari jenis lebah Apis mellifera ini berkembang di Kalimantan Barat karena potensi nehtar yang tersedia sangat melimpah dan belum dilirik petani untuk dijadikan sumber pendapatan baru yang bahkan dapat melebihi dari hasil pendapatan konvensional petani tradisional pada umumnya.

Bahkan ujar Suherman, usaha budidaya madu Apis mellifera ini sekaligus menjadi “sahabat hutan” karena sifat lebah Apis mellifera, yang memang tidak suka dengan api dan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Dalam kunjungan lapangan di Rumah Produksi Madu “Meli Flora Sunar” tersebut dari Center for Integrated Services of SMEsCo ikut serta Abdullah Husaini spesialis kelembagaan, Vincent Julipin spesialis jaringan kerjasama, Rommy Hermanto spesialis pengembangan IT dan Hambali spesialis administrasi keuangan. (Vincent Julivin)

* Penulis adalah mantan wartawan, kini aktif sebagai penulis lepas, aktivis pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta pekerja sosial

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB