Ratu lebah Apis mellifera memiliki warna merah kuning kecoklatan, namun lebah jantannya berwarna lebih muda.
Panjang sayap lebah Apis mellifera 0,9 cm hingga 0,93 centimeter.
Panjang belalainya 0,54 hingga 0,72 centimeter.
Pada bagian perut atau abdomennya yang ke-6 tanpa tomentum atau gumpalan.
Lebah Apis mellifera tidak agresif, memiliki sifat yang sabar sehingga cocok dan mudah untuk dibudidayakan.
Produktivitas madunya tinggi, rajin dan disiplin bekerja juga pembersih sehingga jauh dari penyakit.
Lebah Apis mellifera ini sangat tahan terhadap serangan bakteri serta sangat pandai dalam menghalau hama yang mencoba masuk ke kawanan koloninya.
Jangan coba jenis serangga lain coba masuk ke kotak koloninya, dipastikan akan mati, termasuk dari jenis lebah lainnya.
Walaupun beternak lebah Apis mellifera dapat dilakukan dengan menjemput bola dengan mendatangi suatu kawasan yang potensi nehtar atau sari bunga, namun Sunaryo belum melakukan upaya itu karena potensi nehtar di Sungai Bulan tempat tinggalnya masih ada.
Bahkan sumber nehtar dari jagung terus-menerus tersedia karena tanah di Sungai Bulan dan sekitarnya ini sangat cocok dengan tanaman jagung.
Namun, ujar Sunaryo, dirinya juga melihat besar potensi nehtar di kawasan perkebunan sawit skala besar dan kawasan hutan tanaman industri yang jika ada budidaya lebah Apis mellifera di sana dipastikan akan dapat menghasilkan lebih banyak nehtar yang bisa mencapai puluhan ribuan kilogram madu.
Ketika ditanya, bisakah berbagi ilmu tentang budidaya lebah Apis mellifera? Dengan senang hati Sunaryo dan timnya melalui Rumah Produksi Madu “Meli Flora Sunar” yang berkolaborasi dengan para Tenaga Ahli CIS SMEsCo, akan berbagi ilmu dan pengetahuan agar potensi nehtar di alam terbuka dapat menjadi sumber penghasilan bagi petani di sekitar hutan, karena respon pasar terhadap madu dan khasiatnya sangat tinggi dan belum terpenuhi semua.
Sejarah Desa Sungai Bulan