PONTIANAKGLOBE -- Nilai ekspor Kalimantan Barat (Kalbar) naik 46,07% atau senilai dari US$156,78 juta pada Januari 2023 menjadi US$229,01 juta pada Februari 2023.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan sejumlah golongan barang penyumbang ekspor Kalbar meliputi bahan kimia anorganik sebesar 35,52%, bijih, lemak dan minyak hewan atau nabati mencapai 23,05%, kerak dan abu logam sebesar 23,05%.
"Nilai ekspor bahan kimia anorganik sepanjang Januari-Februari 2023 mencapai US$121,56 juta, lemak dan minyak hewan nabati sebanyak US$108,18 juta, bijih, kerak dan abu logam seanyak US$68,09 juta," kata BPS dikutip Pontianak Globe, Selasa (4 April 2023).
Penyumbang ekspor Kalbar berikutnya, berbagai produk kimia senilai US$38,99 juta, karet dan barang dari karet senilai US$17,40 juta, Kayu, barang dari kayu senilai US$11,06 juta.
Selain itu, ampas atau sisa industri senilai US$8,78 juta, buah-buahan nabati senilai US$2,42 juta dan tembakau senilai US$1,40 juta.
Adapun tujuan ekspor dari Kalbar tujuan China pada Februari 2023 senilai US$95,59 juta, India senilai US$50,10 juta dan Malaysia senilai US$14,66 juta.