PONTIANAKGLOBE -- Pemerintah Kota Pontianak bersama tiga kota lain dari Indonesia Rencana Aksi Perubahan Iklim Kota Pontianak dalam pertemuan GCoM Regional Workshop for Southeast Asian Pilot Cities di Bangkok, Thailand.
Selain Kota Pontianak, Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Kota Minahasa Utara. Keempat kota di Indonesia itu dinilai sebagai kota percontohan Global Covenant of Mayors for Climate and Energy (GCoM) Asia Pacific.
Kabid Litbang Bappeda, Eko Prihandono mengutarakan Kota Pontianak memaparkan cara penanggulangan kebakaran lahan, puting beliung dan genangan sebagai dampak perubahan iklim global.
"Selain itu, [pemaparan] jumlah penduduk berpengaruh terhadap ketersediaan lahan dan produksi karbon serta sampah," kata Eko Prihandono dikutip Pontianak Globe dari laman Pemkot Pontianak, Minggu (2 April 2023).
Dalam pemaparan di Bangkok yang berlangsung pada 30 Maret 2023 tersebut, Pemkot Pontianak menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan seperti program pembangunan drainase perkotaan, sistem peringatan dini bencana, mendorong pemanenan (penampungan dan penyimpanan) air hujan, dan penerapan teknologi pengolahan air bersih yang dapat mengolah air payau/asin.
Selain itu, lanjut Eko, Pemkot sedang berupaya agar ada peralihan konversi energi ke energi terbarukan seperti pergantian lampu halogen ke LED, sampah menjadi energi dan penggunaan kendaraan listrik dan pembangkit suryat di lingkungan kerja pemerintah kota.