kalbar-kita

Panjang Urusan, Menkeu Sri Mulyani Minta Komunitas Motor Gede Moge Dirjen Pajak Suryo Utomo Dibubarkan

Minggu, 26 Februari 2023 | 17:35 WIB
Menteri Keuangan minta Komunitas klub Blasting Rijder Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bubar (Sumber foto: instagram @smidrawati)

PONTIANAKGLOBE -- Dampak penganiayaan Mario Dandy terhadap anak pengurus GP Ansor belum selesai dan muncul babak baru setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani minta komunitas motor gede (moge) Blasting Rijder DJP besutan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bubar.

Hal itu disampaikan Menkeu Sri Mulyani melalui postingan di instagramnya. Dia mencapture foto Dirjen Pajak Suryo Utomo mengendarai motor gede bersama klub Blasting Rijder di acara klub DJP.

"Hobi dan gaya hidup mengendarai moge menimbulkan persepsi negatif masyarakat dan menimbulkan kecurigaan mengenai sumber kekayaan para pegawai DJP," kata Sri Mulyani dikutip Pontianak Globe, Minggu (26 Februari 2023).

Dia mengatakan bahkan apabila moge tersebut diperoleh dan dibeli dengan uang halal dan gaji resmi, mengendarai dan memamerkan moge bagi pejabat atau pegawai pajak dan Kemenkeu telah melanggar azas kepatuhan dan kepantasan publik.

"Ini mencederai kepercayaan masyarakat," kata Sri Mulyani.

Tidak cukup sampai di situ saja, dia minta kepada Dirjen Pajak Suryo Utomo agar menyampaikan kepada masyarakat atau publik mengenai jumlah harta kekayaan Dirjen Pajak dan dari mana sumbernya seperti yang dilaporkan pada LHKPN.

Sebagaimana diketahui, DJP sekarang menjadi sorotan publik setelah kasus penganiayaan Mario Dandy Satriyo anak dari pejabat DJP Rafael Alun Trisambodo terhadap David.

Peristiwa tersebut berbuntut panjang karena barang bukti mobil Rubicon dibawa oleh Mario Dandy Satriyo tidak bayar pajak. Selain itu, ayahnya dicopot oleh Kemenkeu dan Rafael Alun Trisambodo mengambil langkah mengundurkan diri sebagai ASN Kemenkeu.

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB