kalbar-kita

Rakernas PGIW/SAG Tahun 2025 Resmi dibuka, Soroti Pergumulan Keluarga

Jumat, 8 Agustus 2025 | 12:18 WIB
Rakernas PGIW/SAG Tahun 2025 akan berlangsung dari tanggal 7 - 10 Agustus 2025. (Wilhelmus Triputra)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persekutuan Gereja – gereja di Indonesia Wilayah/Sinode Am Gereja (PGIW/SAG) Tahun 2025 resmi dibuka, Kamis (7/8/2025), di Hotel Star Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat. Rakernas dibuka langsung oleh Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat, Alex Rombonang.

Alex mengharapkan melalui Rakernas ini dapat tercipta silaturahmi antara PGIW di seluruh Indonesia serta mempererat persaudaraan. Sementara untuk Kalbar sendiri momen ini menjadi kesempatan untuk memberikan kesan kepada masyarakat luar bahwa Kalbar adalah masyarakat yang majemuk.

“Kita bisa hidup berdampingan, rukun dan damai, “ujar Alex, usai membuka Rakernas, yang sedianya berlangsung dari tanggal 7 s/d 10 Agustus.

Tema yang diangkat pada Rakernas PGIW/SAG Tahun 2025 adalah Hiduplah Sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran (Bdk.Ef.5 : 8b – 9). Dengan Sub Tema, Hiduplah Sebagai Terang: Mewujudkan Ecclesia Domestica yang Menghargai Segenap Ciptaan Allah Dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty menegaskan tema yang diambil mengarah dan berbasis kepada keluarga yang berangkat dari pergumulan untuk melihat kerapuhan kondisi – kondisi keluarga di tengah bangsa ini.

“Banyak sekali kasus – kasus atau indikator – indikator yang sampai pada pergumulan itu. Kekerasan keluarga, perceraian, anak – anak yang terjebak dalam digital yang sangat luar biasa. Lalu gangguan mental, gap komunikasi, cara komunikasi orang tua dan anak pada lintas generasi, “ungkap Pdt. Jacklevyn Frits.

Mengingat Indonesia sedang mempersiapkan generasi emas 2045, Pendeta mengharapkan bangsa ini memiliki relasi – relasi yang penuh cinta kasih, saling menghargai, saling peduli satu dengan yang lain dan itu dimulai dari keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PGIW Kalbar, Pdt. Paulus Ajong menambahkan Sumber Daya Manusia (SDM) keluarga yang berkualitas tidak hanya dibebankan kepada pemerintah saja, namun semua pihak termasuk Gereja. Gereja kemudian berangkat menciptakan SDM yang berkualitas.

“Dan kita berusaha merumuskan, mengidentifikasi persoalan di Tengah keluarga. Komunikasi orang tua dengan anak, kemudian KDRT, Perceraian, pernikahan dini, belum lagi berkaitan dengan keluarga yang tidak mendapat akses Pembangunan dengan infrastruktur yang sangat terbatas, “ucap Pdt. Paulus Ajong.

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB