PONTIANAKGLOBE.COM, SINTANG -- Hasil uji laboratorium terhadap pasien berinisial B di RSUD Ade M Djoen Sintang yang sempat dicurigai terinfeksi cacar monyet telah keluar.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat mengonfirmasi bahwa pasien tersebut dinyatakan negatif dari penyakit Monkeypox (cacar monyet).
Baca Juga: Kemenkes RI Lapor ke WHO Pasca Kasus Cacar Monyet Kembali Meningkat di Indonesia
"Hasilnya sudah keluar dan dinyatakan negatif Monkeypox," ujar Darmadi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, kepada media, Senin, 9 Desember 2024.
Laporan hasil laboratorium ini diterima pada 6 Desember 2024, memperkuat diagnosa awal tim medis bahwa pasien B tidak menderita cacar monyet, melainkan penyakit lain.
Sementara itu Dokter Spesialis Kulit RSUD Ade M Djoen, Dina Theresa Damayanti Hutabarat, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan fisik, anamnesis, dan patologi anatomi, pasien lebih mungkin menderita Moluskum Kontagiosum atau infeksi jamur kulit.
"Sejak awal, tidak ada indikasi kuat menuju cacar monyet. Pemeriksaan kami menunjukkan ini lebih ke arah Moluskum Kontagiosum," ungkap Dina.
Penelusuran riwayat kontak pasien juga tidak menunjukkan adanya paparan terhadap hewan primata, konsumsi daging tertentu, atau perjalanan ke wilayah endemik cacar monyet seperti Amerika Latin.
"Biasanya, cacar monyet muncul pada pasien yang memiliki riwayat kontak langsung dengan hewan pembawa penyakit, seperti tercakar atau terpapar darah. Pasien ini tidak memiliki riwayat tersebut," tambahnya.
Pasien B diketahui datang ke rumah sakit dengan kondisi tubuh yang dipenuhi bintil hampir di seluruh badan.
Meski gejala tersebut bisa menyerupai cacar monyet, pemeriksaan mendalam membuktikan bahwa penyebabnya adalah penyakit kulit umum yang tidak berbahaya.
"Secara keilmuan, ini bukan cacar monyet," tegas Dina.
Dengan hasil laboratorium ini, pihak rumah sakit berharap masyarakat tidak lagi khawatir dan memahami bahwa pasien tidak terinfeksi penyakit yang tengah menjadi perhatian global. ***