kalbar-kita

Berenang di Air Terjun Siling Beroban Simpang Dua Ketapang, Remaja 16 Tahun Tenggelam dan Meninggal Dunia

Senin, 2 Desember 2024 | 23:13 WIB
Air Terjun Siling Beroban, Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, Kalbar, yang eksotik. Dilaporkan ada satu remaja tenggelam di kawasan tersebut. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, KETAPANG -- Seorang remaja ditemukan tewas setelah tenggelam saat berenang di kawasan Air Terjun Siling Beroban, Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, Kalbar, pada Sabtu, 30 November 2024 pukul 15.00 WIB.

Korban diketahui pergi bersama dua temannya untuk mandi dan berenang di air terjun tersebut.

Baca Juga: Usai Tinjau Budidaya Ikan Nila, Prabowo Berinteraksi Hangat dengan Ratusan Warga Karawang

Kapolres Ketapang AKBP Setiadi SH SIK MH melalui Kapolsek Simpang Dua Ipda Slamet, menyampaikan bahwa korban berinisial AD, seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun, berasal dari Desa Petai Patah, Kecamatan Sandai.

"Korban datang ke lokasi air terjun bersama dua temannya, PA dan JO. Mereka berangkat dari Desa Petai Patah sekitar pukul 11.00 WIB untuk mandi dan berenang," ujar Slamet.

Menurut keterangan teman-teman korban, insiden tersebut terjadi saat mereka sedang berenang di sekitar aliran air terjun.

Korban diduga memanjat ke atas air terjun, namun terpeleset dan jatuh ke dasar air terjun.

Ia terbawa arus dan tidak timbul lagi di permukaan.

Baca Juga: Rizky Ridho Diminati Klub Elite J1 League, Inilah 3 Pemain Timnas Indonesia yang Pernah Rasakan Ketatnya Persaingan di Jepang

Melihat korban yang terjatuh dan tidak muncul kembali, teman-teman korban segera menghubungi warga setempat untuk meminta bantuan.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan peristiwa tenggelam ini ke Polsek Simpang Dua.

"Personel Polsek Simpang Dua bersama warga langsung melakukan pencarian di sekitar aliran air terjun, dan sekitar pukul 15.00 WIB, korban ditemukan tersangkut bebatuan di dalam air dengan kondisi sudah meninggal dunia. Kami segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Simpang Dua dan menghubungi pihak keluarga," tambah Slamet.

Baca Juga: Jelang Piala AFF 2024, Media Vietnam Soroti Absennya Pemain Andalan Timnas Indonesia dan Fenomena 'Aneh'

Jenazah korban kemudian dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihak keluarga menolak visum dan menerima peristiwa ini sebagai musibah.

Halaman:

Tags

Terkini