kalbar-kita

FST San Agustin dan PLN Mentransformasi Petani Sejiram

Rabu, 31 Juli 2024 | 15:31 WIB
FST San Agustin dan Petani Jeruk (2024) (San Agustin)

Dia juga menambahkan bahwa ada juga budidaya jeruk dan mereka telah turun langsung bersama petani untuk meninjau secara keseluruhan.

“Banyak bertanya tentang masalah penyakit yang kemudian ditampung dan diarahkan solusi, dari segi ini ada aspek budidayanya, dan pengembangan dari produk jeruk,” katanya.

Petani Jeruk Sejiram (2024) (FST San Agustin )

Pengembangan Produk Jeruk yang berkelanjutan

Menurut Dr Endang, produk jeruk yang dihasilkan nanti dikembangkan menjadi produk-produk lain, satu diantaranya membuat, mempraktekkan dan melombakan dengan para peserta sebagai produk lanjutan dari jeruk.

Misalnya selai, membuat sirup dan membuat produk kembangan yang sebagainya.

“Itu yang dilakukan dari kami dan kami juga memberikan bantuan berupa alat-alat sarana produksi, alat-alat untuk produk lanjutan dari itu,” tambahnya, (31/07).

Dia berharap agar kedepan, para petani tidak ‘hanya’ tanam jeruk kemudian menjual jeruknya, tetapi bagaimana dia bisa melakukan produk lanjutan sehingga sehingga mempunyai nilai tambah bagi petani.

“Begitu juga dalam hal pemasaran dan kewirausahaan, kita tidak hanya sekedar jadi petani agar nilai dari jeruk itu bertambah dan margin pendapatan bisa diperoleh juga oleh petani,” tutur Dr Endang, (31/07).

Menutup wawancaranya dia menggarisbawahi supaya petani menghindari kemungkinan lebih banyak kerugian, yang mengakibatkan ‘penadah’ mendapatkan untung lebih tinggi dari petani itu sendiri.

“Rantai pasoknya mungkin harus dipertimbangkan agar memiliki konsep efisiensi sehingga nilainya tidak jatuh dari tangan petani,” pungkasnya, (31/07).

Pelajari ilmu baru

Mahasiswa Agribisnis, Lukas, turut memberikan komentarnya mengenai program ini.

“Sebagai mahasiswa, saya sangat antusias untuk terlibat dalam kegiatan ini. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menerapkan ilmu yang kami pelajari dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan kerjasama yang solid dari semua pihak, saya yakin program ini akan membawa perubahan signifikan bagi petani jeruk di Desa Sejiram,” kata Lukas, (31/07).

Program Pemberdayaan Masyarakat Petani Jeruk ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada petani tetapi juga menjadi model bagi inisiatif serupa di masa depan.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB