PONTIANAKGLOBE.COM, Media Center San Agustin| SAMBAS, 31 Juli 2024 – "Bagaimana caranya petani jeruk mampu 'melahirkan' nilai lain dari 'buah' jeruk hasil tangan mereka? Inilah tujuan FST San Agustin yang menjadi keutamaan 'mendalam'.
Itu kata Dr Endang dalam wawancara dengan Media Center San Agustin hari ini.
Desa Sejiram, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menjadi saksi nyata dari upaya inovatif dalam pemberdayaan petani jeruk.
Program Studi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (FST San Agustin) bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Provinsi Kalimantan Barat meluncurkan inisiatif Pemberdayaan Masyarakat Petani Jeruk yang dimulai pada 29-31 Juli 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi dalam hal ini adalah pengabdian masyarakat oleh FST San Agustin dan bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani lokal melalui serangkaian program komprehensif.
Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa universitas tersebut, termasuk Rudy Hartono, M.KOM (perwakilan dekan), Dr. Endang Solichin, M.Si., Sarita Indah Sari, SP., M.P., Egidius Taek, SP., M.Agb., Tri Hadi Sumitra Lada, S.ST., M.Tr.P., Stepanus Marjoni, SP., MP., serta mahasiswa Lili, Indah, dan Lukas, berkolaborasi langsung dengan masyarakat.
Program Unggulan dan Dampak Positif
Menurut Dr. Endang Solichin, M.Si atau yang biasa panggil dengan Dr Endang bahwa program ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penguatan kelembagaan kelompok tani hingga pengembangan kewirausahaan dan pemasaran.
Dia mengatakan bahwa tim PkM juga memberikan pelatihan praktis dalam budidaya jeruk, mengatasi penyakit tanaman, dan pengembangan produk olahan seperti selai dan sirup jeruk.
Melalui program itu, petani diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil panen mereka tetapi juga menciptakan produk-produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan mereka.
Dr. Endang menyoroti pentingnya program itu dalam konteks tridharma perguruan tinggi.
“Ini adalah bentuk nyata dari pengabdian kami. Kami bekerja sama dengan kelompok tani dan kepala desa Sejiram serta didukung oleh PLN Kalimantan Barat. Kami berfokus pada penguatan kelembagaan, kewirausahaan, dan pemasaran. Selain itu, kami juga memberikan alat sarana produksi dan melatih petani dalam pengembangan produk lanjutan,” ujar Dr. Endang (31/07).
Adapun agenda yang dilakukan dalam pemberdayaan ini adalah penguatan kelembagaan dari kelompok tani.
“Kita memberikan penguatan pada kelembagaan, penguatan pada kewirausahaannya dan penguatan pada pemasarannya,” katanya (31/07).