PONTIANAKGLOBE.COM- Media Center San Agustin Pontianak, 27 Juni 2024 – Pekan Gawai Dayak 2024 baru-baru ini mencatat sejarah baru dengan penobatan Paulus Setyawan Jody, seorang mahasiswa semester II jurusan Keuangan dan Perbankan di AKUB Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Kampus II alias UNIKA San Agustin, sebagai Bujang Dayak 2024.
Jody, yang berasal dari kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, berhasil menaklukkan kompetisi bergengsi ini dengan penuh semangat dan dedikasi yang luar biasa.
Dengan semangatnya yang menginspirasi dan tekad untuk terus berkembang, Paulus Setyawan Jody membawa harapan baru bagi pemuda Indonesia yang mencintai dan mempertahankan warisan budaya leluhurnya, pada malam 24 Mei 2024 berhasil meraih kemenangan Bujang dalam Pekan Gawai Dayak tahun ini.
"Perasaan pertama kali campur aduk antara senang dan masih tidak bisa percaya," ungkap Jody saat diwawancarai mengenai reaksinya saat pertama kali mengetahui kemenangannya
"Memang para finalis bujang dari setiap utusan sanggar maupun DAD menunjukkan kebolehan mereka dalam ajang ini. Namun, Puji Tuhan, saya bisa dipercaya dari total 20 finalis bujang saya terpilih sebagai bujang gawai Kalbar tahun 2024 ini,” kata Jody, (26/06/2024).
Sebagai seorang mahasiswa aktif, Jody menemukan keseimbangan antara tuntutan akademik dan persiapan untuk kompetisi ini.
Baginya, kuliah tentunya menjadi kewajiban utama, namun, selama mengikuti kegiatan Pekan Gawai Dayak, kampus memberi izin dan tidak mempersulit pengembangan bagi mahasiswa baik akademik maupun non-akademik.
Jody juga membagikan motivasinya untuk ikut serta dalam kompetisi ini. Dia awalnya karena ingin menantang diri sendiri untuk mencoba hal-hal baru.
"Saya juga ingin berkontribusi sebagai contoh bahwa anak muda generasi Z masih ada yang mencintai adat dan budaya khususnya Dayak,” ujar Jody, (26/06/2024).
Jody dalam semangatnya
Menilik lebih dalam tentang persiapan yang dilakukan, Jody mengungkapkan, mendaftarkan diri hanya dua hari sebelum penutupan pendaftaran.
Dia mengaku bahwa persiapan yang dilakukannya kurang dari satu minggu, namun dia mendapat banyak dukungan dari kampus dan sanggar Moreng yang mengutus saya.
Kemenangan Jody tidak hanya didukung oleh persiapan matang, tetapi juga oleh dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas akademiknya.
"Selama kegiatan Pekan Gawai Dayak ke-38 ini, orang tua saya selalu mendukung dan memberikan masukan kepada saya. Teman-teman AKUB dan beberapa dosen juga turut hadir mendukung saya. Semua ini tidak terlepas dari campur tangan Tuhan, doa orang tua, dan dukungan teman-teman,” tambah Jody, (26/06/2026).
Kemenangan