kalbar-kita

Ribuan Warga Landak Mengungsi Akibat Banjir, BPBD Kalbar: Evakuasi dan Distribusi Logistik Terus Dilakukan

Jumat, 24 Mei 2024 | 19:44 WIB
Sejumlah masyarakat terpaksa mengungsi ke kantor Camat Ngabang karena rumah mereka terendam banjir. (BPBD Kalbar)

PONTIANAKGLOBE.COM, LANDAK, KALBAR -- Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi dua hari terakhir di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar), menyebabkan sejumlah masyarakat terpaksa mengungsi ke kantor Camat Ngabang karena rumah mereka terendam banjir.

Ketua Satgas Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar, Daniel, menyebutkan bahwa 37 desa di 5 kecamatan terdampak banjir.

Sedikitnya 3.421 warga dari 875 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi, dan beberapa fasilitas umum juga terendam.

Baca Juga: 50 Orang Tewas dalam Banjir Lahar dan Longsor Sumatra Barat, Pencarian Korban Masih Berlangsung

"Dari jumlah tersebut, baru 5 KK yang mengungsi di kantor Camat Ngabang. Berdasarkan informasi dari masyarakat, ada 4 titik pengungsian, namun data yang baru masuk ke kami baru dari satu titik, yaitu kantor Camat Ngabang. Tiga lokasi pengungsian lainnya masih kami cari," kata Daniel kepada wartawan di Pontianak, Jumat, 24 Mei 2024 pagi.

Daniel menjelaskan bahwa BPBD Kalbar telah membentuk tim untuk diturunkan ke beberapa kabupaten yang terdampak banjir.

Hingga hari ini, ketinggian air di beberapa lokasi bervariasi antara 50 cm hingga 1 meter.

Saat ini, petugas gabungan yang terdiri dari BPBD Kalbar, PMI, dan Dinas Sosial Kabupaten Landak sedang melakukan asesmen dan kajian cepat terkait masyarakat yang masih mengungsi di tiga titik lainnya yang belum diketahui lokasinya.

Baca Juga: Banjir Bandang Melanda Kuala Behe Kabupaten Landak, Satu Remaja Meninggal Dunia

"Kami mendorong masyarakat, khususnya kepala desa setempat, jika ada warganya yang mengungsi untuk segera melaporkannya ke pemerintah kecamatan secara berjenjang. Hal ini supaya pengungsian dapat dikoordinir dengan baik, baik dari segi logistik maupun kesehatannya," ucap Daniel.

Daniel menambahkan bahwa jika masyarakat melakukan pengungsian secara mandiri tanpa sepengetahuan BPBD setempat, akan mempersulit pendistribusian logistik dan pengecekan kesehatan.

"Oleh karena itu, kami juga meminta BPBD setempat untuk segera mendata warganya yang terdampak banjir agar pendistribusian logistik dapat dilakukan lebih cepat," kata Daniel mengimbau. ***

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB