PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Dalam rangka menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, Tim Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Kota Pontianak melakukan peninjauan lapangan ke berbagai distributor untuk memastikan ketersediaan stok pangan di Kota Pontianak.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa jumlah stok bahan pokok saat ini masih dalam kondisi aman.
"Kami melakukan pemantauan ke gudang stok pangan, dan hasilnya menunjukkan bahwa stok bahan pokok tersedia hingga setelah Nataru," ungkap Ketua Tim Satgas Ketahanan Pangan, Mulyadi, setelah melakukan pemantauan di gudang beras Jalan Cendana pada Kamis.
Mulyadi memperkirakan bahwa lebih dari 200 ton beras masih tersedia di berbagai gudang beras.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Hasil Rapat Kerja (Raker) Komwil V Apeksi Regional Kalimantan
Selain itu, tim juga mengunjungi gudang minyak goreng di Jalan Juanda. Mulyadi menjelaskan bahwa hingga saat ini masih tersisa sekitar 64 hingga 100 ribu liter minyak goreng dan 35 ton gula pasir.
Angka tersebut dianggap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pontianak menjelang Nataru.
"Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok minyak goreng aman," tambahnya.
Tim Satgas Ketahanan Pangan, yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, kepolisian, dan TNI, menjaga ketersediaan pangan dengan melakukan berbagai upaya, termasuk kunjungan ke pasar tradisional dan swalayan modern.
"Lewat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), kami terus berkoordinasi untuk mencegah lonjakan harga. Meskipun fluktuasi harga bahan pokok tetap terjadi, yang kami cegah adalah lonjakan yang signifikan," jelas Mulyadi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Pontianak. ***