PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sejumlah atlet catur perwakilan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalbar meraih prestasi membanggakan pada Kejurnas Catur ke-49 tahun 2023 di Jakarta Internasional Ekspo Kemayoran.
Kegiatan ini digelar pada 13-20 Maret 2023.
BACA JUGA: Salah Satu Alkitab Tertua Akan Dilelang Seharga Minimal Rp450 Miliar
Para atlet kebanggan Kalbar tersebut total meraih satu emas dan dua perunggu, serta memperoleh gelar Master Nasional dan Master Percasi.
Ketua Pengprov Percasi Kalbar Derry Yulianto SHut, dalam rilis ke media, Minggu, 26 Maret 2023 mengatakan, kita patut bersyukur atas prestasi ini.
“Prestasi yang sangat ditunggu tunggu oleh masyarakat catur Kalimantan Barat," ujar Derry Yulianto.
Ia menjelaskan bahwa yang lebih membanggakan lagi, peraih medali emas di nomor catur cepat dan medali perunggu di nomor catur standar disumbangkan oleh Justin Tan, yang masih berusia 7 tahun asal Ketapang.
Namun siapa sangka bahwa dibalik prestasi itu, Justin Tan siswa SD Pangudi Luhur Ketapang itu sempat dilarikan ke IGD RS Husada Jakarta akibat kram kaki dan perut yang sakit. Namun itu bukan menjadi penghalangnya untuk meraih prestasi.
Medali perunggu lainnya direbut oleh Tri Utami asal Sekadau yang turun di nomor catur kilat usia 19 tahun. Mahasiswa Polnep Pontianak itu, sampai menangis haru mengingat ketatnya persaingan untuk memperoleh prestasi.
Bahkan sebelum hasil akhir, ia sempat berada di posisi keempat. Namun setelah mengalahkan WFM Samantha Edithso juara dunia U-10, ia berhasil membawa pulang medali perunggu ke Kalbar.
Selain itu, Derry melanjutkan, bahwa prestasi lainnya juga diukir oleh M Kamalsyah dari Kota Pontianak dan Syamsuddin dari Landak. Keduanya turun di kategori terbuka memperoleh gelar Master Nasional dan Master Percasi.
M Kamalsyah sempat membuat harapan untuk menjuarai Kejurnas Catur ke-49 tahun 2023 di kategori terbuka. Namun sayangnya, di babak 8, dia dikalahkan oleh MF Catur Adi Sagita, padahal posisinya sudah unggul sehingga peluangnya hilang dan terlempar di 10 besar dan dengan posisi tersebut tetap membuka peluang untuk dipanggil mengikuti seleknas Tim Olimpiade Indonesia.
Dengan perolehan point 7 dari sembilan babak, hasil dari enam kali menang, dua kali remis serta sekali kalah, M Kamalsyah berhak menyandang gelar master nasional.
Artikel Terkait
Sejarah Karate, Tak Bisa Terlepas dari Okinawa dan Gichin Funakoshi
Sejarah SV Werder Bremen, Klub Sepak Bola Tempat Mesut Ozil Pernah Berkarir dan Akhirnya Dilirik Real Madrid
Sejarah Karate Aliran Kyokushin, Didirikan Masutatsu Oyama dan Terkenal Keras
Sejarah Karate Aliran Goju-ryu Didirikan Chojun Miyagi Perpaduan Okinawa dan Teknik Beladiri Cina
Sejarah Karate Aliran Shotokan Warisi Akar Shuri-te Okinawa, Peletak Dasar Karate Modern