PONTIANAKGLOBE -- Sejumlah kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan harga berkontribusi terhadap inflasi Kalimantan Barat (Kalbar) year on year (y-o-y) Februari 2023 sebesar 5,43% dibandingkan dengan periode sama 2022.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi Kalbar tertinggi adalah kelompok transportasi sebesar 16,36%.
"[Tertinggi kedua] kelompok perawatan pribadai dan jasa lainnya sebesar 6,73%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 5,39%, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,99%," kata BPS dikutip Pontianak Globe, Rabu (1 Maret 2023).
Selanjutnya, penyumbang inflasi dari kelompok penyediaan makanan dan minuman termasuk restoran sebesar 4,17%, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,12%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,71%.
Penyumbang inflasi lain kelompok pendidikan sebesar 1,28%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,47%, dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,15%.
Namun demikian, kelompok pengeluaran ada yang mengalami penurun harga yakni kelompok kesehatan sebeesar 0,15%.
Adapun komoditas yang memberikan andil sumbang inflasi adalah bensin, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, rokok kretek filter, daging babi, mobil, telur ayam ras, air kemasan, sabun detergen bubuk/cair, dan bawang mewah.
Artikel Terkait
Transportasi, Perawatan Pribadi Kontribusi Inflasi di Kalbar Sepanjang 2022 Sebesar 5,70 Persen
Pemerintah dan Bank Indonesia Sepakati Lima Langkah Strategis Jaga Inflasi 2023. Berikut Poin Pentingnya