Satgas Gabungan Gelar Penertiban Kendaraan Bermotor di Wilayah Pontianak Timur Jelang Akhir Ops Patuh Kapuas 2025

photo author
Wilhelmus Triputra, Pontianak Globe
- Minggu, 27 Juli 2025 | 16:05 WIB
Polda Kalbar bersama tim gabungan kembali menggelar penertiban dan pemeriksaan kendaraan bermotor. Razia kali ini dilakukan di wilayah Pontianak Timur, tepatnya di Jl. Tanjung Raya 2, Sabtu pagi (26/7/2025). (Humas Polda Kalbar )
Polda Kalbar bersama tim gabungan kembali menggelar penertiban dan pemeriksaan kendaraan bermotor. Razia kali ini dilakukan di wilayah Pontianak Timur, tepatnya di Jl. Tanjung Raya 2, Sabtu pagi (26/7/2025). (Humas Polda Kalbar )

PONTIANAKGLOBE.COM -- Jelang hari-hari terakhir Operasi Patuh Kapuas 2025, Polda Kalimantan Barat bersama tim gabungan kembali menggelar penertiban dan pemeriksaan kendaraan bermotor. Razia kali ini dilakukan di wilayah Pontianak Timur, tepatnya di Jl. Tanjung Raya 2, Sabtu pagi (26/7/2025).

KBO Ditlantas Polda Kalbar, AKBP Slamet Nanang Widodo langsung memimpin kegiatan ini dengan melibatkan personel gabungan dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Satpol PP, Jasa Raharja, serta Dinas Perhubungan.

“Penertiban hari ini adalah bagian dari komitmen untuk menciptakan budaya tertib lalu lintas hingga titik akhir pelaksanaan operasi,” kata Nanang.

Razia ini menyasar pelanggaran-pelanggaran lalu lintas yang masih kerap ditemui, seperti tidak membawa SIM/STNK, penggunaan helm non-SNI, pelat kendaraan tidak sesuai, serta pengendara di bawah umur. Tak hanya itu, pelanggaran kasat mata seperti penggunaan ponsel saat berkendara dan berkendara melawan arus juga menjadi perhatian utama.

“Kami juga mendata dan mengedukasi pengendara agar memahami pentingnya kelengkapan berkendara, tidak semata karena adanya razia, tapi demi keselamatan bersama,” ungkap Nanang.

Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol. Bayu Suseno menerangkan bahwa berdasarkan evaluasi Ditlantas Polda Kalbar, hingga pekan ke-2 pelaksanaan operasi, tercatat ribuan pelanggaran telah ditindak, baik melalui tilang manual maupun teguran simpatik. Pelanggaran terbanyak masih didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar.

“Tingginya angka pelanggaran menunjukkan bahwa edukasi masih perlu diperluas. Namun, penurunan angka kecelakaan dan nihilnya korban meninggal dunia di tahun ini menjadi catatan positif bagi kita semua, untuk itu kami mengajak masyarakat menjadikan kepatuhan lalu lintas sebagai bagian dari gaya hidup. Tertib di jalan adalah kontribusi nyata untuk menyelamatkan nyawa, tutup Bayu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wilhelmus Triputra

Tags

Rekomendasi

Terkini

X