PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Dalam rangka Hari Anak Nasional yang jatuh pada Rabu, 23 Juli mendatang, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Barat, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Kanwil Dirjenpas Kalbar, Lembaga Pendidikan Khusus Anak (LPKA), dan pihak lainnya, menggelar sosialisasi, ngobrol santai, Aksi Ceria "Inklusi Menyapa Media", di CW Coffe Sepakat 2, Sabtu (20/7/2025).
Sosialisasi ini berkaitan dengan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). ABH terdiri dari tiga kategori yaitu Anak yang berkonflik dengan hukum, biasanya merujuk pada pelaku. Kemudian anak korban pidana yang merupakan korban dari kekerasan fisik, seksual, bully, dan sebagainya. Serta anak yang menjadi saksi saksi tindak pidana yang memberikan keterangan dari suatu peristiwa.
Kepala DP3A, Herkulana Mekarryani mengatakan pihaknya bersama - sama dengan PKBI, LPKA, dan pihak lainnya, ingin agar bagaimana anak - anak ini bisa pulih, tumbuh, dan berkembang. Anak - anak juga bisa mendapatkan kebahagiaannya.
"Kita harapkan mereka bisa kembali ke masyarakat, diterima dan beradaptasi, "jelas Herkulana.
Herkulana menjelaskan saat ini program yang dilakukan dari LPKA terdiri dari dua program yaitu; Program Kepribadian dan Program Kemandirian.
Dari Program Kepribadian biasanya berkaitan dengan pendidikan, agama, yaitu etika dan moral, olahraga dan sebagainya. Sedangkan Program Kemandirian yaitu mencakup keterampilan seperti bekerjasama dengan CW Coffee mengadakan pelatihan Barista dan sebagainya.
"Sementara dari DP3A, kami melakukan pendampingan, yaitu dengan Pojok Curhat Anak, dimana kami berasumsi, anak misalnya di dalam gedung tidak pernah keluar, pasti mengalami sedikit galau, rindu dengan keluarga yang tidak bisa diungkapkan kepada pembimbingnya, kita datangkan Psikolog ramah anak. Sehingga mereka bisa curhat, dalam pembinaan merasakan kelegaan dan bisa merasakan bahagia, "ujarnya.
Lalu selanjutnya dari PKBI memfokuskan pada Rumah Belajar, kemudian dari WKRI memfokuskan pada Pojok Literasi yaitu Pojok Baca.
Kegiatan sosialisasi ini dikemas dengan diskusi yang santai dengan melibatkan generasi muda dan para awak media yang tutur hadir.