Literasi Data untuk Masa Depan Kalbar, Unika San Agustin dan BPS Jalin Kolaborasi

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Rabu, 16 Juli 2025 | 20:08 WIB
Kolaborasi Unika dan BPS Dorong Riset, Vokasi, dan Kebijakan Publik (Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo )
Kolaborasi Unika dan BPS Dorong Riset, Vokasi, dan Kebijakan Publik (Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo )

PONTIANAKGLOBE.COM | Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Unika San Agustin) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat menjajaki kerja sama pemanfaatan data statistik guna mendukung pengembangan akademik, riset ilmiah, serta kebijakan berbasis bukti.

Pertemuan ini berlangsung pada Senin, 7 Juli 2025, di Kantor BPS Kalbar, dan menjadi langkah awal dalam mempererat kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga statistik negara.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Umum Unika San Agustin, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., bersama Kepala BPS Kalbar, Drs. Muh. Saichudin, dan analis ekonomi BPS Kalbar, Preatin. Dari pihak Unika San Agustin, turut hadir juga Trio Kurniawan dan Cinta Ikram Tyas yang bertugas sebagai notulis.

Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan kolaboratif, menandai komitmen kedua belah pihak untuk membangun sinergi yang berkelanjutan. Fokus utama pertemuan adalah memperkuat literasi data di lingkungan akademik serta menjadikan statistik sebagai landasan dalam menyusun kebijakan publik yang tepat sasaran dan berdaya guna.

Penerimaan Mahasiswa Baru
Penerimaan Mahasiswa Baru (UNIKA San Agustin)

Inovasi Statistik dan Peran Dunia Akademik

Dalam sesi pemaparan, Preatin memperkenalkan Dashboard Kuda Sembrani, sebuah platform inovatif milik BPS Kalbar yang menyajikan data statistik dalam tampilan visual interaktif dan mudah dipahami.

Walaupun BPS tidak memiliki mandat untuk membuat proyeksi ekonomi secara langsung (kecuali proyeksi penduduk), pihak BPS mendorong kalangan akademisi untuk mengembangkan studi-studi ilmiah berbasis data historis demi mendukung arah pembangunan daerah.

Isu strategis lain yang diangkat adalah meningkatnya ekspor buah segar tanpa pengolahan, terutama dari kawasan seperti Jagoi Babang. BPS menilai hal ini kurang memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal, dan karena itu diperlukan strategi yang bisa meningkatkan manfaat ekonomi dari komoditas tersebut.

Di sisi lain, wacana pendirian “Sekolah Rakyat” berbasis komunitas bagi masyarakat miskin ekstrem (desil 1 dan 2) turut menjadi sorotan.

Inisiatif ini mendapat dukungan melalui data dari Dashboard Kuda Sembrani dan menanggapi persoalan serius yang dihadapi dunia pendidikan Kalbar, seperti tingginya angka putus sekolah — yakni sekitar 23.000 siswa SD dan 35.000 siswa SMP.

Selain itu, akses ke pendidikan tinggi masih tergolong rendah dengan hanya 27% penduduk yang menempuh jenjang tersebut. Sebagai respons, Unika San Agustin menyarankan penguatan pendidikan vokasional jenjang D1–D2 yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri lokal.

BPS Kalbar dan Unika San Agustin
BPS Kalbar dan Unika San Agustin (WR Umum )

Magang Logistik dan Langkah Konkret Kolaborasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA

Tags

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X