Tragis! Seorang Ibu Hilang di Sungai Kapuas Kubu Raya saat Selamatkan Anaknya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 29 Desember 2024 | 11:19 WIB
Tim SAR melakukan pencarian korban tenggelam di Kubu Raya, Kalbar. (Dok. Tim SAR)
Tim SAR melakukan pencarian korban tenggelam di Kubu Raya, Kalbar. (Dok. Tim SAR)

PONTIANAKGLOBE.COM, KUBU RAYA -- Memasuki hari kedua pencarian, tim gabungan terus berupaya menemukan Awe (45), seorang ibu rumah tangga yang tenggelam di Sungai Kapuas, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kejadian tragis ini terjadi pada Selasa, 26 Desember 2024, saat korban bersama dua anaknya tengah berjualan ikan menggunakan sampan tradisional.

Baca Juga: Gemuruh Puluhan Ribu Jemaat Sambut Ketibaan Prabowo di Perayaan Natal Nasional 2024

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Hafiz Febrandani, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, menjelaskan bahwa pencarian diperluas hingga radius 1 kilometer dari lokasi kejadian.

Dua tim dikerahkan, satu menyisir ke arah Kecamatan Terentang, sementara tim lainnya menuju Sungai Asam.

"Pencarian melibatkan Satpol Airut Polda Kalbar, Basarnas, Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Raya, Polsek Tersentang, serta warga Desa Kalibandung," ujar Ade pada Rabu, 27 Desember 2024.

Baca Juga: Pemerintah Kembalikan Hasil Pajak Lebih dari Rp500 Triliun ke Masyarakat, Begini Penjelasan Hasan Nasbi

Sampan Terombang-ambing
Menurut Kepala Desa Kalibandung dan saksi mata, insiden terjadi akibat gelombang besar yang mengguncang sampan korban.

Saat itu, Awe sedang berada di atas sampan bersama dua anaknya, Radit (2) dan Kaila (4).

"Radit terjatuh ke sungai, dan Awe langsung melompat untuk menyelamatkan anaknya. Namun, gelombang besar membuat usaha penyelamatan itu gagal," jelas Ade.

Baca Juga: Fico Fachriza Klarifikasi Isu Pinjam Uang ke Artis, Simak Kronologi dan Permintaan Maafnya

Seorang warga bernama Rudi, yang kebetulan melintas dengan sampan kato, berhasil menyelamatkan Radit.

Namun, derasnya arus dan gelombang besar membuatnya tidak mampu membantu Awe, yang akhirnya tenggelam.

Pasca-kejadian, warga segera melaporkan insiden ini kepada Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, dan Basarnas.

Hingga kini, pencarian masih dilakukan menggunakan perahu karet dan alat selam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X