Pemuda Asal Papua Barat Hilang Tenggelam di Sungai Pawan Sandai Saat Berenang Bersama Teman

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 11 Mei 2024 | 19:41 WIB
Anggota polisi menanyai warga terkait insiden tenggelam-nya seorang  laki-laki bernama Sandro Chelsea Chandrika Huwae di Sungai Pawan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Kamis (9/5/2024) sore. (Pontianak Globe/Humas Polres Ketapang)
Anggota polisi menanyai warga terkait insiden tenggelam-nya seorang laki-laki bernama Sandro Chelsea Chandrika Huwae di Sungai Pawan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Kamis (9/5/2024) sore. (Pontianak Globe/Humas Polres Ketapang)

PONTIANAKGLOBE.COM, KETAPANG -- Seorang pemuda berusia 22 tahun yang bernama Sandro Chelsea Chandrika Huwae dilaporkan tenggelam di Sungai Pawan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kejadian tersebut terjadi saat korban sedang mandi di area sekitar jembatan Kecamatan Sandai bersama tiga temannya, pada hari Kamis, 9 Mei 2024, sekitar pukul 17:43 WIB.

Kapolres Ketapang, AKBP Tommy Ferdian, melalui Kasie Humas Polres Ketapang AKP Sumiadinata, dalam keterangan resmi menyatakan bahwa korban berasal dari Kampung Menyepi Indah, Desa Makwan, Kecamatan Masni, Kabupaten Manukwari, Papua Barat.

Korban diketahui merantau dan bekerja di Kecamatan Sandai.

"Korban bersama dua orang temannya mandi di Sungai Pawan dan meloncat dari jembatan. Namun, korban kemudian meminta tolong kepada kedua temannya ketika sedang berenang di tengah sungai," ungkap Sumiadinata pada hari Sabtu, 11 Mei 2024.

Menurut Sumiadinata, kedua teman korban berusaha menolong dengan menarik korban ke tepi sungai.

Namun, karena arus sungai yang deras dan kondisi korban yang kelelahan, upaya penyelamatan tidak berhasil.

"Saksi yang bernama Manis (18) juga tenggelam saat mencoba menyelamatkan korban, namun berhasil menyelamatkan diri. Korban masih belum ditemukan hingga Sabtu pagi ini," tambah Sumiadinata.

Tim pencarian gabungan dari Polsek Sandai, BPBD Ketapang, SAR Ketapang, Koramil Sandai, dan warga setempat terus melakukan upaya pencarian di sekitar sungai menggunakan perahu dan speed boat.

Cuaca hujan dan arus sungai yang deras sempat menghambat proses pencarian korban. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X