Kompol Belen: Border Policing Upaya Kepolisian Jaga Keamanan dan Kestabilan Ekonomi di Batas Kalbar-Malaysia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 27 September 2023 | 22:45 WIB
Kegiatan Launching Buku Border Policing di Gedung Utaryo Sespim Polri, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Rabu 27 September 2023. (Dok. Pontianak Globe)
Kegiatan Launching Buku Border Policing di Gedung Utaryo Sespim Polri, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Rabu 27 September 2023. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- Pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif menjadi salah satu agenda utama dalam upaya mencapai tujuan pembangunan nasional, terutama di era globalisasi seperti saat ini.

Hal itu menjadi satu di antara sorotan penulis buku Border Policing yang juga Serdik Sespimmen 63, Kompol Bellen Anggara Pratama.

Baca Juga: Brimob Polda Kalbar Berbagi di Jumat Berkah, Mendatangi Warga Kurang Mampu di Sungai Raya KKR

Kompol Bellen Anggara Pratama tertarik membahas mengenai pembangunan ekonomi di wilayah perbatasan, khususnya perbatasan darat antara Provinsi Kalimantan Barat dengan Negeri Jiran Malaysia.

"Hal ini didasari oleh kondisi bahwa kawasan perbatasan belum dikelola secara baik dan belum adanya konsepsi pembangunan yang jelas, komprehensif, dan integratif," jelasnya usai Launching Buku Border Policing, di Gedung Utaryo Sespim Polri, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Rabu 27 September 2023, dalam rilis ke media.

Kompol Bellen Anggara Pratama mengatakan, beberapa tantangan yang dihadapi di wilayah perbatasan antara lain jumlah penduduk yang kurang dan penyebaran yang tidak merata serta keterbatasan infrastruktur.

Baca Juga: Loading Ramp Picu Tata Niaga Sawit Berantakan. Pengamat Hukum Dukung Tindakan Tegas Disbunak dan Polda Kalbar

“Juga tingkat pendidikan dan kesehatan serta kualitas sumber daya manusia (SDM) masih relatif rendah dan industri pengolahan belum berkembang, sehingga kegiatan perekonomian masih tergantung pada produk mentah,” kata Kompol Bellen Anggara Pratama.

"Demikian pula dengan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang kurang terkendali serta lemahnya sistem informasi dan komunikasi," ucap Kompol Bellen Anggara Pratama.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Menembak, Lapas Kelas IIA Pontianak dan Brimob Polda Kalbar Adakan Latihan Bersama

Disebutkan Kompol Bellen Anggara Pratama konsekuensinya, persepsi penanganan kawasan perbatasan lebih didominasi pandangan untuk mengamankan perbatasan dari potensi ancaman dari luar (external threat) dan cenderung memposisikan kawasan perbatasan sebagai sabuk keamanan (security belt).

Namun di lain pihak, terbatasnya prasarana, sarana, dan sumberdaya manusia di bidang keamanan juga terjadi. Misalnya di Polres Sambas, Polres Ketapang, Polres Sanggau, Polres Sintang dan Polres Kapuas Hulu telah menyebabkan lemahnya pola pemolisian berbasis kewilayahan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Pemerintah perlu memperkuat koordinasi seluruh stakeholder dalam meningkatkan mempercepat pemulihan ekonomi nasional berbasis koperasi dan UMKM di wilayah perbatasan dengan mengoptimalkan peran Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Baca Juga: Kapolri Geser 7 Kapolda. Mengejutkan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran Dipromosikan Jadi Kabaharkam Polri

Dengan dibukanya beberapa Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Provinsi Kalimantan Barat seperti PLBN Aruk, Nanga Badau dan Jagoi Babang diharapkan mampu mengakomodasi kegiatan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia-Malaysia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X