Perusahaan-perusahaan raksasa (Blue Chip) yang memiliki fundamental bisnis super sehat, utang yang kecil, dan rutin membagikan dividen setiap tahunnya, ikut-ikutan turun harganya hanya karena kepanikan pasar secara psikologis.
Baca Juga: 5 Kesalahan Fatal Investor Pemula Saat IHSG Ambruk: Catatan Penting Buat Gen Z Pontianak!
* Strateginya: Ini adalah waktu terbaik untuk mulai mencicil beli (buy on weakness) saham-saham perbankan besar atau konsumer utama dengan harga yang jauh lebih murah dari nilai aslinya.
Ketika kondisi ekonomi global kembali stabil nanti, saham-saham diskonan inilah yang akan terbang paling tinggi dan memberikan keuntungan berlipat (capital gain) buat kamu.
3. Bidik Reksa Dana Saham Global atau Aset Berbasis Dolar
Jika kamu memiliki akses atau portofolio yang memungkinkan investasi di luar negeri, menguatnya mata uang dolar bisa kamu manfaatkan sebagai keuntungan.
* Kamu bisa melirik instrumen Reksa Dana Global (yang aset dasarnya adalah saham-saham teknologi atau perusahaan top di Amerika/global) yang dijual lewat aplikasi sekuritas resmi di Indonesia.
Karena asetnya berbasis mata uang dolar, pertumbuhan nilainya akan terdongkrak secara ganda: dari kenaikan harga asetnya itu sendiri plus dari selisih kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah.
Aturan emas saat pasar modal ambruk adalah jangan pernah berutang (menggunakan dana darurat atau pinjol) untuk membeli saham.
Gunakan murni "uang dingin" yang memang tidak akan kamu pakai dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun ke depan.
Badai Pasti Berlalu, Tetap Tenang!
Sejarah pasar modal telah membuktikan berulang kali bahwa krisis dan koreksi pasar adalah siklus yang wajar.
IHSG tidak akan terjun bebas selamanya, dan dolar pun tidak akan menguat tanpa henti.
Investor yang keluar sebagai pemenang di masa depan adalah mereka yang hari ini mampu mengendalikan emosinya, tetap disiplin mencicil, dan jeli melihat peluang di tengah kepanikan orang lain.
Gimana? Sudah siap menyusun ulang strategi portofoliomu hari ini? ***