investify

Strategi Investasi Taktis Saat Dolar Terus Menguat dan IHSG Terjun Bebas: Amankan Aset atau Belanja Portofolio?

Selasa, 9 Juni 2026 | 18:58 WIB
Ilustrasi indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan cerah pada Semester II di tahun 2025. (Unsplash @Annenygard)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Layar aplikasi investasi kamu hari ini memerah membara?

Jangan panik, kamu gak sendirian.

Baca Juga: Gaya Hidup Eco-Frugal: Siasat Gen Z Terapkan NZA untuk Hemat Pengeluaran Bulanan

Dinamika pasar keuangan global saat ini sedang menunjukkan tren yang cukup menegangkan: nilai tukar Dolar AS terus merangkak naik dan memperlihatkan keperkasaannya, sementara di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru tampak lunglai dan mengalami koreksi tajam alias terjun bebas.

Bagi investor pemula atau anak muda di Pontianak yang baru setahun dua tahun mencicipi dunia pasar modal, situasi ini pasti memicu rasa cemas.

Godaan untuk melakukan panic selling (menjual rugi karena takut) pasti sangat besar.

Namun, di dalam kamus investor profesional, kondisi pasar yang sedang bergejolak seperti ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah momentum redistribusi kekayaan.

Baca Juga: Mengendus Cuan Hijau, Begini Panduan Gen Z Pontianak Masuk ke Saham Tren NZA atau Net-Zero Ambition

Supaya portofoliomu gak hancur dan justru bisa memetik cuan di kemudian hari, yuk terapkan 3 strategi investasi taktis berikut ini!

1. Amankan Arus Kas ke "Safe Haven" (Emas & RDPU)
Saat pasar saham domestik sedang tidak menentu, langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah melindungi modal yang tersisa.

Kurangi porsi pembelian aset yang berisiko tinggi secara agresif.

Alihkan ke RDPU: Pindahkan dana menganggur (idle cash) kamu ke Reksa Dana Pasar Uang (RDPU). Instrumen ini sangat stabil karena asetnya ditempatkan pada deposito perbankan dan surat utang jangka pendek.

* Pertebal Emas Digital: Emas adalah musuh alami inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Saat dolar menguat dan saham rontok, harga emas biasanya justru cenderung stabil atau bahkan meroket naik karena diburu sebagai aset pelindung (safe haven).

2. Manfaatkan "Diskon Gede-Gedean" Saham Blue Chip
Melihat IHSG terjun bebas jangan hanya dari sisi ruginya saja. Ubah sudut pandangmu: Pasar saham sedang mengadakan cuci gudang atau diskon besar-besaran!

Halaman:

Tags

Terkini