Erick Thohir Dorong Ekosistem Industri Media Supaya Sehat Agar Lapangan Kerja Terserap Maksimal

photo author
Yanuarius Viodeogo Seno, Pontianak Globe
- Selasa, 14 Februari 2023 | 21:42 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menparekraf Sandiago Uno saat menerima karikatur dalam kegiatan peresmian Jaringan Pemred Promedia (JPP) di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat pada Selasa (14 Februari 2023). (Sumber foto: Tim Bisnis Promedia)
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menparekraf Sandiago Uno saat menerima karikatur dalam kegiatan peresmian Jaringan Pemred Promedia (JPP) di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat pada Selasa (14 Februari 2023). (Sumber foto: Tim Bisnis Promedia)

PONTIANAKGLOBE -- Menteri BUMN Erick Thohir mendorong supaya ekosistem media di Tanah Air berlangsung sehat dari aspek iklan agar tidak tersedot ke platform asing sehingga berkontribusi terhadap lapangan kerja secara maksimal di dalam negeri di industri ini.

"(Di industri media), yang belum disadari adalah ekosistem iklannya sendiri tidak di Indonesia. Sebanyak 80% iklan digital itu ada di Facebook, Google, dan Tik Tok. Kita selalu dilema, dan terjebak dengan ekosistem yang dibuat orang lain, dan tidak punya ekosistem sendiri," kata Erick Thohir.

Salah satu membuat media sehat karena adanya keberanian untuk mengkritik satu sama lain platform lokal ke asing. Dia melihat negara lain seperti Amerika Serikat yang memberikan ulasan kepada tik tok.

Hal itu disampaikannya disela peresmian Jaringan Pemred Promedia (JPP) di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat pada Selasa (14 Februari 2023). Acara peresmian tersebut langsung secara daring di 63 akun mencakup 30 akun Youtube, 21 akun Facebook dan 5 akun instagram.

Selain Erick Thohir hadir pula Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, dan Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers Agus Sudibyo.

Hal itu bisa dilihat dari uang yang keluar Indonesia karena perputaran industri kreatif termasuk media tidak baik seperti perputaran uang dari game yang sebanyak US$9 miliar ke luar negeri.

Dia mengatakan salah satu indikasi kesehatan ekosistem media yakni besarnya aliran keuntungan yang mengarah ke pelaku industri di dalam negeri.

"Keuntungan terbesar di industri media masih disedot oleh para pemilik platform asing," kata dia.

Oleh karena itu, dia mendorong agar terbangun ekosistem pada sebuah industri merupakan satu hal yang sedang gencar dilakukan di Indonesia dalam beberapa tahun belakang ini dengan adanya payung hukum jelas dan berpihak kepada Indonesia.

Maka dari itu platform asing harus diatur agar mau masuk ke ekosistem digital Indonesia agar lapangan kerja tercipta secara maksimal di dalam negeri.

"Kenapa kita tidak bisa, mau sampai kapan bangsa besar market kita digerogoti oleh bangsa asing terus," ujarnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Sumber: ProMedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X