Membedah Gerakan Politik Kaum Muda Era  90-an. Apa Kata Pius Lustrilanang yang Pernah Diculik Rezim Orba

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 5 Desember 2022 | 11:34 WIB
Foto bersama usai menggelar bedah buku Aldera yang membahas tentang Pius Lustrilanang dan gerakan politik 98 di RRI Palu pada Rabu, 2 November 2022. (Muhammad Rafiq)
Foto bersama usai menggelar bedah buku Aldera yang membahas tentang Pius Lustrilanang dan gerakan politik 98 di RRI Palu pada Rabu, 2 November 2022. (Muhammad Rafiq)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Transisi menuju demokrasi di berbagai belahan dunia tidak lepas dari gerakan kaum muda khususnya para mahasiswa.

Seperti yang terjadi di Indonesia pada 1998, para mahasiswa dengan kesadaran kritisnya mampu meruntuhkan rezim orde baru yang berkuasa 32 tahun.

Bicara gerakan mahasiswa era 1990-an itu, tentu saja tidak terlepas dari Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera).

Ini merupakan gerakan besar prodemokrasi yang berjuang bersama gerakan buruh, perempuan, agraria, lingkungan, masyarakat adat, dan gerakan demokrasi lainnya yang punya satu tujuan, meruntuhkan rezim otoriter dan korup bernama Orde Baru.

Nama Aldera diusulkan oleh Pius Lustrilanang, aktivis mahasiswa asal Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung yang gigih memperjuangkan demokrasi, keadilan, dan hak asasi manusia,

Kiprah Aldera dan bagaimana perjuangan Pius Lustrilanang yang pernah diculik oleh rezim berkuasa tersebut dibukukan dalam buku Aldera, Potret Gerakan Politik kaum Muda 1993-1999  yang diterbitkan Kompas  pada 2022 ini.

Buku ini bukan sekadar catatan sejarah, tapi juga inspirasi dan semangat intelektual untuk menegakkan demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum.

Bagaimana perjuangan menegakkan demokrasi, bagaimana perlakuan rezim terhadap para aktivis -termasuk penculikan Pius Lustrilanang-, dan bagaimana dinamika gerakan mahasiswa saat itu, semua diulas dalam buku tersebut.

Kuliah Umum dan Bedah buku Aldera ini telah dilaksanakan di sejumlah kota seperti Jakarta, Palu, Makassar, Kendari, Yogyakarta, Cirebon, Gorontalo, dan Palembang, sepanjang Oktober-November 2022.

Pada Rabu 7 Desember 2022 ini, Kuliah Umum dan Bedah Buku Aldera akan digelar di Auditorium PPAG Universitas Katolik Parahyangan, Jalan Ciumbuleuit No 94, Kota Bandung, mulai pukul 13.00 sampai 15.00.

Acara di Unpar ini juga menjadi penanda bahwa Bandung menjadi salah satu titik awal perjuangan mahasiswa meruntuhkan rezim Orde Baru.

Di kampus Unpar pula, Pius Lustrilanang menimba ilmu.

Bersama beberapa temannya, ia membangun Unit Studi Ilmu Kemasyarakatan (USIK), suatu unit kegiatan mahasiswa di kampus Unpar.

USIK pun turut bergerak bersama  jaringan aktivis mahasiswa lainnya di Jawa Barat dan Indonesia dalam memperjuangkan keadilan, demokrasi, dan HAM.

Tercatat dalam sejarah nasional, para aktivis USIK Unpar ini mewarnai Aldera, yang terlibat aktif dalam perjuangan politik kaum muda era 1990-an.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X