Gempa Cianjur, Caritas Indonesia dan Jaringan Menuju Pondok Pesantren Al-Mutmainah Posko yang Belum Terjangkau

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 24 November 2022 | 23:46 WIB
Pastor Paroki St Petrus, Cianjur, Pater Bonefasius Budiman OFM, memimpin Koordinasi Respon di Posko Layanan Kemanusiaan, Paroki St. Petrus, Cianjur, Rabu, 23 November 2022.  (IST/Caritas Indonesia)
Pastor Paroki St Petrus, Cianjur, Pater Bonefasius Budiman OFM, memimpin Koordinasi Respon di Posko Layanan Kemanusiaan, Paroki St. Petrus, Cianjur, Rabu, 23 November 2022. (IST/Caritas Indonesia)

PONTIANAKGLOBE.COM, CIANJUR -- Seusai briefing di Posko Paroki Cianjur, Rabu, 23 November 2022 pagi, Tim Caritas Indonesia dan jaringannya bergerak menuju Pondok Pesantren Al-Mutmainah, di Desa Sarampat Kecamatan Cugenang.

Sasarannya 7 pos pengungsian yang belum terjangkau bantuan.

Tim medis dari Rumah Sakit Atmajaya Jakarta dan Rumah Sakit Santo Carolus turut dalam kegiatan ini bersama sejumlah organisasi Katolik seperti PMKRI, Pemuda Katolik, KPI Kabupaten Garut, dan orang muda Katolik (OMK) setempat.

BACA JUGA: Ternyata Manfaat Madu untuk Kesehatan Bukan Mitos. Di Antaranya Bantu Seimbangkan Gula Darah

Sejumlah peralatan pendukung kesehatan dan medis pun disiapkan dan dibawa ke titik-titik terdampak tersebut.

Sementara itu, Selasa malam, 22 November 2022, sejumlah kesepakatan berhasil diputuskan dalam pertemuan tim tanggap darurat (Emergency Response) Caritas Indonesia bersama jaringannya di Paroki Santo Petrus, Cianjur.

Pengarahan singkat sebelum bergerak menuju lokasi pondok pesantren yang terdampak gempa bumi, Rabu pagi, 23 November 2022.
Pengarahan singkat sebelum bergerak menuju lokasi pondok pesantren yang terdampak gempa bumi, Rabu pagi, 23 November 2022. (IST/Caritas Indonesia)

Salah satunya membentuk struktur tim di Posko Layanan Kemanusiaan Paroki St. Petrus, Cianjur.

Kesepakatan lain disebutkan Caritas Indonesia dan jaringan akan melibatkan personil dari paroki setempat dalam struktur tim.

Mereka akan didampingi relawan terlatih dari jaringan Caritas Indonesia dan perihal penerima manfaat pos layanan, diputuskan akan diberikan untuk mereka yang belum mendapatkan bantuan dan berada di tempat terpencil.

BACA JUGA: Kabar Gembira, Pemkot Surabaya Mau Gratiskan Air Bersih PDAM Bagi Warga Miskin

Dalam pertemuan tersebut hadir Pater Bonefasius Budiman OFM (Pastor Paroki St Petrus, Cianjur) memimpin rapat.

Hadir juga Koordinator Emergency Response Caritas Indonesia Rudy Raka, Direktur Caritas Bandung Rm Darwanto, Direktur Caritas Bogor Romo Eko, dan jaringan relawan nasional Caritas Indonesia.

Korban Meninggal Bertambah
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur menjadi 268 jiwa. Yang sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah, dan masih ada korban hilang sejumlah 151 orang.

BACA JUGA: Ampelgading Bakal Jadi Sentra Alpukat, Siap Tanam 18.000 Bibit Unggul

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X