PONTIANAKGLOBE.COM, AUSTRALIA -- Australia sumbang dana pandemi sebesar 50 juta dollar Australia yang dikelola Bank Dunia sebagai sebuah skema dana perantara keuangan global terbaru yang ditujukan untuk meningkatkan upaya pencegahan, persiapan, dan penanganan pandemi di masa depan.
Dana Pandemi merupakan titik puncak dari upaya global demi memastikan pembelajaran dunia dalam menangani pandemi COVID-19.
BACA JUGA: Bom Meledak di Istanbul, Turki. Kemenlu Pastikan Tak Ada Korban Warga Indonesia
Australia merupakan salah satu pencetus berdirinya Dana Pandemi yang saat ini memiliki jumlah kontribusi senilai lebih dari US$1,4 miliar.
Kesepakatan bersejarah itu dirancang untuk meningkatkan kemampuan kesiapsiagaan, untuk memberikan tanggapan yang lebih cepat dan lebih terkoordinasi terhadap ancaman pandemi di masa depan.
BACA JUGA: Presiden Jokowi dan Presiden AS Joe Biden Lakukan Pertemuan Bilateral di Bali
Hal ini juga akan memberikan tambahan, pembiayaan jangka panjang untuk membantu memperkuat kesiapsiagaan dan tanggapan pandemi skala nasional, regional dan global.
Kontribusi US$1,4 itu melengkapi dukungan Australia senilai A$838 juta yang mencakup sebanyak 623 juta dollar Australia untuk mendanai pengadaan vaksin COVID-19 dan mendukung peluncuran vaksin nasional. Berikutnya 215 juta dollar Australia sebagai komitmen untuk melanjutkan kerja sama dengan Fasilitas COVAX.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese mengatakan adanya kesepakatan yang jelas bahwa dunia perlu lebih siap untuk menghadapi berbagai peristiwa di masa depan bersama keuangan global.
"Saya menyambut baik kepemimpinan Indonesia di presidensi G20 dalam membentuk Dana Pandemi dan menantikan untuk membentuk rencana menghadapi pandemi mendatang," kata Anthony kepada Pontianak Globe, Senin (14 November 2022).
Artikel Terkait
Deputi Administrator USAID Isobel Coleman ke Jakarta, Sempatkan Minum Kopi Lokal dengan Pemimpin Perempuan
Pontianak Susun Rencana Kerja Tahunan Program USAID IUWASH Tangguh, Program Percepatan Air Minum
Dorong Cakupan Vaksinasi COVID-19, Amerika Serikat Berikan Lebih Dari 40 Juta Dosis Vaksin ke Indonesia
17 Saksi dari Acara Festival ‘Berdendang Bergoyang’ Diperiksa Polisi, Termasuk Satgas Covid dan Para Ahli