PONTIANAKGLOBE -- Tim Kemanusian Indonesia untuk korban gempa yang sudah berada di Turki mulai melakukan agenda penting guna membantu warga terdampak gempa magnitudo 7,8 SR.
Gabungan tim kemanusian BNPB, Emergency Medical Team, beberapa anggota KBRI RI melakukan survei lokasi, pendirian tenda rumah sakit lapangan dan penyediaan fasiltias medis di wilayah Hassa, Kota Antakya, Provinsi Hatay, Turki.
Sebagai informasi, kota ini menjadi salah satu terdampak gempa bumi di Turki paling parah. Kota Antakya adalah kota tua sekaligus terpadat penduduknya di wilayah tenggara Turki. Kota termasuk bersejarah bagi Turki ini ada sebanyak 1,6 juta warga sebagai korban gempa bumi.
Ketua Tim Kemanusiaan Indonesia Bambang Surya Putra mengatakan saat ini mereka sangat membutuhkan suplai air dan listrik agar pelayanan medis bantuan kepada korban gempa bumi di Turki lancar.
"Personil di lapangan terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, apoteker hingga petugas dapur umum. Kualifikasi tim di bawah Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," kata Bambang Surya Putra dikutip Pontianak Globe, Rabu (15 Februari 2023).
Tim yang beranggota dokter ini berasal dari berbagai perhimpunan profesi di Indonesia seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI).
Selain itu, Perhimpunan Ahli Bedah Ortophaedi Indonesia (PABOI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin).
Bambang yang juga Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB tersebut mengatakan tim ini diperkuat dari anggota TNI, Polri, BNPB, Palang Merah Indonesia, MDMC, Dompet Dhuafa.
BNPB sebelumnya mengabarkan akan mendirikan 10 tenda komando untuk tim kemanusiaan dan 25 tenda keluarga bagi korban gempa bumi.
Hingga saat ini, korban meninggal akibat gempa bumi di Turki dan Suriah sudah mencapai lebih 28.000 orang terdiri dari 24.617 orang di Turki dan 3.574 orang di Suriah.